Gerindra Segera Ganti M Taufik di DPRD DKI Jakarta

Reporter

Editor

Febriyan

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 10 Agustus 2021. M Taufik diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. ANTARA/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Posisi politikus senior Partai Gerindra M Taufik di DPRD DKI akan segera digantikan dengan calon pengganti antar waktu (PAW). Taufik dipecat dari keanggotaan partai tersebut terhitung sejak hari ini, Selasa, 7 Juni 2022.

"Segera, pasti akan kami PAW, sesuai mekanisme dan proses administrasi," ujar Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra, Wihadi Wiyanto di kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan.

Pemecata Taufik sebagai kader Partai Gerindra diputuskan dalam rapat MKP. Wihadi menyatakan pihaknya akan segera mengirim surat pemecatan kepada Taufik.

Wihadi menyatakan Taufik dipecat karena dinilai tidak loyal dan melakukan manuver-manuver yang menunjukkan ketidaksetiaannya pada partai. Salah satunya, ujar Wihadi, karena Taufik berkali-kali secara terbuka menyampaikan keinginan mundur dari partai. Padahal, kata Wihadi, dalam sidang pada 21 Februari, Taufik sudah memberikan surat pernyataan bahwa dia akan setia pada partai.

"Dia melakukan kebohongan dalam sidang. Bukti tidak loyal lainnya, saat dia menjabat Ketua DPD, kantor DPD DKI tidak ada. Dan juga pada saat Pilpres DKI Jakarta, itu kalah. Nah, kemudian juga ada beberapa kasus korupsi yang masih berjalan prosesnya dan diperiksa oleh KPK," ujar dia.

Taufik juga ditengarai sering berbeda sikap dengan partai. Di antaranya dia berbeda arah dengan Gerindra soal calon yang akan mereka usung pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Gerindra memutuskan akan mendukung Wakil Gubernur sekaligus Ketua DPD DKI Jakarta Riza Patria sementara Taufik lebih memilih mendukung mantan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang merupakan kader Partai Golkar.

Airin disebut akan dipasangkan dengan Bendahara Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad Sahroni. Taufik sempat memberi sinyal bergabung dengan Nasdem.

Selain itu Taufik juga berbeda arah dengan Gerindra soal Pilpres 2024. Taufik memilih mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sementara Gerindra ingin tetap mengusung Ketua Dewan Pengarah Prabowo Subianto.

Saat ditanya apakah sikap politik Taufik yang mendukung Anies juga menjadi alasan pemecatan Taufik, Wihadi enggan menjawab lugas.

"Kami secara internal pokoknya sudah memutuskan adanya ketidakloyalan itu, karena memang tidak loyal," tuturnya.

M Taufik sebelumnya juga sudah menyampaikan rencana mundur sebagai anggota DPRD DKI setelah dicopot dari kursi Wakil Ketua DPRD DKI pada 2 Juni lalu. Dia juga menyatakan ingin mundur dari Gerindra, namun hingga keluarnya putusan pemecatan hari ini, dia belum menyampaikan surat pengunduran diri kepada Ketua Dewan Pengarah Gerindra Prabowo Subianto.

Baca: Resmi Pecat M Taufik, Gerindra: Tidak Loyal dan Banyak Bermanuver

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Anies Baswedan Lanjutkan Safari Politik ke Papua, Hadiri Perayaan Natal hingga Temui Relawan

3 jam lalu

Anies Baswedan Lanjutkan Safari Politik ke Papua, Hadiri Perayaan Natal hingga Temui Relawan

Anies Baswedan melanjutkan safari politiknya ke Papua mulai hari ini. Dia akan mengikuti perayaan natal hingga bertemu dengan para relawan Jumat besok


PSI DKI Fokus Pemilu 2024, Grace Natalie Turun Gunung: Rahasia Dapur

3 jam lalu

PSI DKI Fokus Pemilu 2024, Grace Natalie Turun Gunung: Rahasia Dapur

Plt Ketua DPW PSI Jakarta Grace Natalie mengungkapkan apa yang akan dilakukannya saat menjadi petinggi PSI DKI.


Anies Baswedan Dilaporkan ke Bawaslu, Begini Prosedur Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu

3 jam lalu

Anies Baswedan Dilaporkan ke Bawaslu, Begini Prosedur Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu

Anies Baswedan dilaporkan ke Bawaslu karena safari politik ke Sumatra yang diduga merupakan pelanggaran Pemilu, yakni curi start kampanye.


Pengamat Militer Sebut Ada 2 Opsi Andika Perkasa Pascapensiun

5 jam lalu

Pengamat Militer Sebut Ada 2 Opsi Andika Perkasa Pascapensiun

Pengamat militer Anton Aliabbas menduga Jenderal Andika Perkasa bakal terjun ke dunia politik pascapensiun. Ada dua opsi.


Anies Baswedan Barter Lahan Pemprov DKI di Setiabudi dengan Tanah Milik Swasta di Cakung

6 jam lalu

Anies Baswedan Barter Lahan Pemprov DKI di Setiabudi dengan Tanah Milik Swasta di Cakung

Pemprov DKI menukar lahan di Setiabudi dengan lahan milik PT Nusantara Pasifik Investama yang ada di Cakung. Diputuskan di era Anies Baswedan.


Absen di Pernikahan Kaesang-Erina, Surya Paloh Surati Jokowi

7 jam lalu

Absen di Pernikahan Kaesang-Erina, Surya Paloh Surati Jokowi

Surya Paloh berkirim surat ke Jokowi. Dia tak bisa menghadiri resepsi pernikahan Kaesang-Erina Gudono.


Anies Baswedan Bakal Hadiri Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono

10 jam lalu

Anies Baswedan Bakal Hadiri Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono

Ahmad Ali, mengatakan Anies Baswedan bakal menghadiri pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono. Kaesang adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo


Sebut Penyelidikan Kasus Formula E Masih Berjalan, Firli Bahuri: KPK Tak Terpengaruh Kekuasaan Manapun

11 jam lalu

Sebut Penyelidikan Kasus Formula E Masih Berjalan, Firli Bahuri: KPK Tak Terpengaruh Kekuasaan Manapun

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta masih berproses


Saat Anies Baswedan dan NasDem Dilaporkan ke Bawaslu, Diduga Curi Start Kampanye

13 jam lalu

Saat Anies Baswedan dan NasDem Dilaporkan ke Bawaslu, Diduga Curi Start Kampanye

Anies Baswedan dan Partai NasDem disebut telah mencuri start kampanye Pemilu 2024. Mereka dilaporkan ke Bawaslu.


Firli Bicara Kasus Formula E: KPK Tak Pernah Targetkan Seseorang Jadi Tersangka

17 jam lalu

Firli Bicara Kasus Formula E: KPK Tak Pernah Targetkan Seseorang Jadi Tersangka

Kasus Formula E menjerat eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.