Akan Gelar KLB Awal Maret, Pendiri Demokrat Ingin Moeldoko Gantikan AHY

Dua anggota Forum Pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan (kiri) dan Joko Suwanda (kanan) berbisik di sela penyampaian keterangan pers terkait perkembangan masalah internal partai mereka di Jakarta, Sabtu, 27 Februari 2021. Delapan anggota Forum Pendiri Partai Demokrat mendesak partai tersebut mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengatasi ragam persoalan internal partai, salah satunya adalah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mereka nilai kurang mampu dalam memimpin partai. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pendiri Partai Demokrat berencana menggelar kongres luar biasa partai pada awal Maret mendatang untuk mengganti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi ketua umum. Salah satu pendiri, Hengky Luntungan mengatakan para pendiri terbuka terhadap figur dari internal maupun eksternal partai untuk menjadi ketua umum.

Hengky mengatakan mereka bisa saja menawari Presiden Joko Widodo hingga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md untuk memegang tampuk kepemimpinan Demokrat. Namun salah satu pendiri yang lain, Ilal Ferhard, terang-terangan menilai sosok paling pas pengganti AHY adalah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

"Artinya figur dan sosok yang cocok dan tepat untuk memimpin Partai Demokrat ke depan sebagai ketua umum, figur untuk menggantikan AHY adalah beliau Pak Moeldoko," kata Ilal dalam konferensi pers di Penang Bistro, Oakwood Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 27 Februari 2021.

Ilal menyebut Moeldoko layak memimpin Demokrat dengan pengalamannya sebagai mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia dan kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan. Ia juga menilai Moeldoko sosok yang terbuka sehingga dapat bersosialisasi dengan kader-kader Demokrat, kontras dengan AHY yang dianggapnya tertutup.

"Laporan kader di daerah itu setelah acara tidak bisa curhat segala macam, tidak bisa bersosialisasi kan itu bukan seorang pemimpin," ujar Ilal, yang kini menjadi anggota Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat DKI Jakarta.

Baca: SBY Disebut Tak Berkeringat Dirikan Partai, Demokrat: Ini Manipulasi Sejarah

Ilal juga tak menutup kemungkinan Moeldoko bisa diusung menjadi calon presiden di Pemilu 2024. Ia meyakini Moeldoko dapat mendongkrak perolehan suara Partai Demokrat. "Pasti mendongkrak, kenapa? Jawabannya adalah para pendiri yang memilihnya," kata Ilal.

Meski begitu, Ilal membantah tudingan bahwa para pendiri Demokrat pendorong kongres luar biasa ini menjual partai kepada pihak luar. Dia beralasan Demokrat adalah partai terbuka sehingga siapa pun dapat bergabung.

"Kami sebagau bagian pendiri Partai Demokrat tidak pernah menjul ini partai, kalao mau menjual dari dulu aja kami jual," ucapnya.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan para pendesak KLB itu bukan pemilik suara sah di kongres. Jika sampai terjadi KLB, Herzaky menilai gelaran itu inkonstitusional.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai cara untuk memitigasi terjadinya KLB. Hal ini mengingat terselenggaranya KLB Partai Demokrat bisa berujung pada dualisme kepengurusan. "Tentu kami akan melakukan segala macam cara yang sesuai dengan prosedur sesuai dengan aturan peraturan perundang-undangan, agar hal itu tidak terjadi," ujar politikus yang juga salah satu deklarator Partai Demokrat ini.

BUDIARTI UTAMI PUTRI






Dugaan Upaya Kriminalisasi Anies Baswedan, NasDem: Jika Benar Membahayakan Demokrasi

1 hari lalu

Dugaan Upaya Kriminalisasi Anies Baswedan, NasDem: Jika Benar Membahayakan Demokrasi

Partai NasDem meminta KPK mengklarifikasi kabar soal upaya menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Formula E.


Partai Demokrat Sudah Dengar Upaya Kriminalisasi Terhadap Anies Baswedan

1 hari lalu

Partai Demokrat Sudah Dengar Upaya Kriminalisasi Terhadap Anies Baswedan

Partai Demokrat menyayangkan upaya kriminalisasi Anies Baswedan. Isu penjegalan Anies ini sudah meruak di internal partai.


Komponen Mobil Listrik Masih Impor, Moeldoko Minta BRIN Kembangkan Produk Lokal

2 hari lalu

Komponen Mobil Listrik Masih Impor, Moeldoko Minta BRIN Kembangkan Produk Lokal

Ketua Periklindo Moeldoko mengatakan komponen impor membuat produksi dan harga mobil listrik menjadi mahal. BRIN sedang melakukan riset.


Soal Safari Politik Puan Maharani ke Partai Demokrat, Masinton: Masih Diatur Waktunya

2 hari lalu

Soal Safari Politik Puan Maharani ke Partai Demokrat, Masinton: Masih Diatur Waktunya

Said Abdullah mengungkapkan bahwa Puan Maharani tetap akan berkunjung ke Partai Demokrat terlepas dari kritikan yang sering dilontarkan.


19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

3 hari lalu

19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan kondisi perekonomian di Indonesia dalam keadaan baik.


OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

3 hari lalu

OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

Kepala Staf Presiden Moeldoko bereaksi keras atas pernyataan TPNPB-OPM menyebut Presiden Jokowi sebagai penjahat perang di Papua.


AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

3 hari lalu

AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

AHY mengatakan telah bertemu dengan Lukas Enembe kemarin. Dia mengungkapkan kader Partai Demokrat itu telah terkena 4 kali serangan stroke.


Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

3 hari lalu

Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

Partai Demokrat menyiapkan bantuan hukum untuk kadernya sekaligus Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang terjerat kasus korupsi oleh KPK.


Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

3 hari lalu

Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.


Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Taruna, Moeldoko: Prajurit untuk Perang, Bukan Berbaris

3 hari lalu

Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Taruna, Moeldoko: Prajurit untuk Perang, Bukan Berbaris

Moeldoko mendukung langkah Panglima TNi Jenderal Andika Perkasa yang mengubah batas minimal tinggi tubuh calon taruna dan taruni Akmil.