Gatot Nurmantyo: Calon Kapolri Harus Punya Rekam Jejak Bersih

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. TEMPO/Fajar Januarta

    Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta  - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa sosok calon Kepala Kepolisian RI harus bersih rekam jejaknya. "Yang akan menjadi Kapolri benar-benar seseorang sosok yang mulai dari pangkat paling bawah, sampai terakhir jenderal polisi ini tidak pernah cacat, sehingga bisa jadi tauladan," kata Gatot dalam webinar, Kamis, 26 November 2020.

    Gatot menyebut, kriteria calon Kapolri tentu hanya pemerintah yang lebih tahu mengenai tantangan yang sedang dihadapi. "Kita serahkan pada pemerintah, dalam hal ini Presiden untuk memilih Kapolrinya. Sehingga mampu melakukan sosok polisi benar-benar tanpa pandang bulu," ujarnya.

    Kalau ada polisi yang berbuat jahat, Gatot menuturkan hal itu lah yang harus diprioritaskan adanya kepastian hukum. Sehingga, publik percaya bahwa polisi adalah penegak hukum yang bisa diandalkan dalam pemerintahan.

    Jenderal Idham Azis, Kapolri saat ini, akan memasuki masa pensiun pada Januari atau Februari 2021. Delapan nama pun digadang-gadang bakal masuk ke dalam bursa.

    Delapan nama itu terdiri dari lima jenderal bintang tiga (komisaris jenderal) dan tiga jenderal bintang dua (inspektur jenderal). Mereka adalah lulusan Akademi Kepolisian Tahun 1988 A hingga 1991.

    Nama-nama yang beredar adalah Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri Komisaris Jenderal Rycko Amelza, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Komisaris Jenderal Agus Andrianto, Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Juga mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi, dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran.

    FRISKI RIANA | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Khasiat Jus Mentimun, Tak Hanya Turunkan Tekanan Darah

    Jus mentimun biasanya diminum pasien hipertensi. Melansir dari Boldsky, berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari jus mentimun.