Lawan Gibran di Solo, Bagyo: Calon Muda Pendidikan Tinggi Tapi Pengalaman Kurang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagyo Wahyono, calon independen yang akan melawan Gibran dalam Pilkada Kota Solo. Foto: AHMAD FAFIQ

    Bagyo Wahyono, calon independen yang akan melawan Gibran dalam Pilkada Kota Solo. Foto: AHMAD FAFIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon Wali Kota Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono, pede bisa melawan Gibran Rakabuming Raka pemilihan Wali Kota Solo 2020. 

    Dia mengaku tidak gentar meski lawannya merupakan anak seorang presiden. "Lihat saja nanti saat acara debat," katanya pada Senin, 31 Agustus 2020.

    Bagyo menyebut dia tidak perlu menyiapkan diri untuk menghadapi debat. Menurut dia, kehidupannya yang berasal dari kalangan bawah membuat dia sangat memahami persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

    "Berbeda dengan calon yang muda, meski pendidikannya tinggi tapi pengalamannya masih kurang," katanya.

    Hal itu membuatnya siap menghadapi debat tanpa perlu persiapan. "Kalau tidak punya pengalaman memang butuh persiapan, perlu belajar dulu," katanya.

    Bagyo Wahyono mengaku terlahir di keluarga seniman. Ayahnya seorang penari, sempat bergabung dengan kelompok Wayang Orang Sriwedari. Sedangkan ibunya seorang sindhen. “Kami mengalami betul beratnya hidup masyarakat bawah,” katanya.

    Menurut Bagyo, dia hanya berasal dari keluarga sederhana sehingga hanya memiliki ijazah setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). "Tepatnya ikut Kejar Paket C," kata pria yang bekerja sebagai penjahit itu kepada Tempo, Senin malam 31 Agustus 2020.

    Meski demikian, dia cukup percaya diri untuk ikut berlaga dalam pilkada di Kota Solo. Bagyo mampu mengejutkan publik di beberapa waktu terakhir.

    Dia mampu memperoleh dukungan yang cukup untuk maju sebagai Calon Wali Kota Solo melalui jalur perseorangan. Ia mengantongi 38.831 dukungan untuk maju dalam pilkada.

    Padahal, persyaratan untuk maju melalui jalur perseorangan di Pilkada Solo cukup memiliki 35.870 dukungan. “Persyaratan ini memang cukup berat, tapi kami berhasil memperolehnya melalui kerja keras,” katanya.

    Dia menyebut, hasil dukungan itu tidak lepas dari peran organisasi yang diikutinya, Tikus Pithi Hanata Baris. Dia mengklaim organisasi yang berdiri sejak 2014 itu memiliki banyak anggota dan tersebar di berbagai kota. “Mereka mendekati kerabat-kerabatnya yang tinggal di Solo untuk memberikan dukungan kepada saya,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.