Prabowo Ingin Beli Jet Tempur Bekas, Pengamat: Tak Sesuai Keinginan Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan nasional di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan nasional di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat militer dari Universitas Paramadina, Anton Aliabbas, menilai rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membeli 15 jet tempur bekas jenis Eurofighter Typhoon tidak sesuai perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    “Jokowi meminta belanja pemerintah mengutamakan produk dalam negeri dan mengerem belanja keluar. Ini jelas-jelas mau belanja keluar,” kata Anton dalam diskusi ICW dan Imparsial, Senin, 27 Juli 2020.

    Anton menyarankan agar Prabowo menjelaskan rencana pembelian jet tempur milik Angkatan Udara Austria tersebut. Misalnya, berapa nilai kontrak yang diajukan dan apa saja amanat dalam Undang-Undang Industri Pertahanan yang bisa diakomodir dari pembelian jet tempur bekas itu.

    Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2012, pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) produk luar negeri harus memenuhi syarat, di antaranya kewajiban alih teknologi dan imbal dagang.

    Jika pemerintah ngotot membeli jet tempur bekas tersebut, Anton pun berharap agar ada perencanaan yang baik. “Jangan sampai pesawat yang bagus, mahal, dan diprediksi usianya tinggal 13 tahun, tapi tidak sampai 5 tahun sudah di Museum Satria Mandala,” kata dia.

    Kementerian Pertahanan berencana memborong 15 pesawat tempur bekas jenis Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Austria. Rencana pembelian ini terungkap setelah koran Austria, The Kronen Zeitung, mempublikasikan surat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner pada 18 Juli lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.