Cegah Corona, Ganjar Minta Perantau asal Jateng Tak Mudik Lebaran

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak VirusCorona Terhadap Perekonomian Jawa Tengah, Jumat (28/2).

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak VirusCorona Terhadap Perekonomian Jawa Tengah, Jumat (28/2).

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para pekerja di luar daerah agar tak mudik saat Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Menurut dia, saat ini mulai ada perantau yang kembali ke kampung halaman. 

    Ganjar menyebut, himbauan itu merupakan langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus Corona. "Boleh dong tidak usah mudik dulu, yang di sini tidak usah menengok dulu," kata dia di rumah dinasnya Puri Gedeh, Selasa, 24 Maret 2020.
     
    Dia menyarankan, sebagai pengganti mudik para perantau dapat memanfaatkan teknologi agar tetap bisa bersilaturahmi dengan keluarga. Seperti bertegur sama melalui video call dan lainnya.
     
    Namun, jika memang terpaksa harus kembali ke kampung halaman, Ganjar meminta harus didata kesehatannya ketika memasuki Jawa Tengah. "Saya usul, ketika keluar dari Jakarta, dari Jawa Barat, ada kerja sama untuk mencatat kondisi masing-masing," tuturnya.
     
    Ganjar menyebut akan berkomunikasi dengan pemimpin daerah lain untuk menempuh langkah tersebut. Sehingga penyebaran Covid-19 dapat ditekan.
     
    Hingga kini di Jawa Tengah telah ada 15 kasus positif Corona dan 3 di antaranya meninggal. Adapun pasien dalam pengawasan ada 230 masih dirawat dan orang dalam pemantauan ada 2.858.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.