Bambang Soesatyo: Kepengurusan Baru Golkar Belum Final

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menjawab berbagai apriori publik terhadap KPK dengan menunjukan kerja nyata.

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menjawab berbagai apriori publik terhadap KPK dengan menunjukan kerja nyata.

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo menyebut struktur kepengurusan baru partai beringin tahun 2019-2024 belum final. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini mengklaim mendapat informasi soal struktur itu dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus.

    "Tadi pagi saya baru mendapat konfirmasi dari Pak Sekjen bahwa itu belum final, masih ada perbaikan," kata Bambang di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020. Menurut Bambang, Lodewijk mengatakan kepengurusan itu baru akan dirampungkan setelah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto kembali dari umrah. Pendaftaran kepengurusan baru ke Kementerian Hukum dan HAM pun menunggu Airlangga kembali ke Tanah Air.

    Bambang mengaku tak tahu seperti apa yang dimaksud dengan belum final itu. Menurut dia, Lodewijk hanya berujar masih akan perbaikan-perbaikan. "Saya belum tahu bahasa jelasnya apa, tapi yang pasti disampaikan kepada kami bahwa keputusan kemarin masih ada perbaikan perbaikan."

    Bambang juga enggan berkomentar soal struktur kepengurusan Golkar saat ini yang dinilai kubunya tak banyak melibatkan pendukungnya. Ia mengaku belum bertemu Airlangga untuk membicarakannya. Dalam pembicaraan nanti, ia berharap Airlangga melibatkan semua faksi di partai beringin. "Saya harap kepengurusan ini kepengurusan akomodatif dan rekonsiliatif," ujar Bambang.

    Struktur baru Partai Golkar tahun 2019-2024 ini diumumkan Airlangga melalui keterangan tertulis kemarin, Rabu, 15 Januari 2020. Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Airlangga memang menyatakan kepengurusan anyar akan diumumkan pada 15 Januari.

    Salah satu formatur, Melki Laka Lena mengatakan struktur itu diputuskan dalam rapat pada Selasa malam, 14 Januari 2020. "Sudah (final). Hasil rapat formatur semalam," kata Melki pada Rabu, 15 Januari 2020.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.