Suap Wahyu Setiawan KPU, Hasto Kristiyanto: PDIP Korban Framing

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat mengikuti kampanye akbar di Parkir Timur, Komplek GBK Senayan, Jakarta, 31 Maret 2019. Ia meminta kader-kader partainya mengkampanyekan tiga kartu besutan capres Jokowi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat mengikuti kampanye akbar di Parkir Timur, Komplek GBK Senayan, Jakarta, 31 Maret 2019. Ia meminta kader-kader partainya mengkampanyekan tiga kartu besutan capres Jokowi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya menjadi korban pembingkaian atau framing kasus suap komisioner KPU Wahyu Setiawan.

    Dia pun menilai pers ikut memframing bahwa dia terlibat kasus tersebut.

    Hasto Kristiyanto mengungkapkannya ketika ditanya apakah PDIP akan memberikan bantuan hukum kepada Harun Masiku, caleg PDIP di Pemilu 2019 yang menjadi tersangka penyuap.

    "Justru kalau kita lihat dari framing yang dilakukan, PDi Perjuangan menjadi korban dari framing itu," kata Hasto di arena Rakernas I PDIP 2020 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini, Ahad, 12 Januari 2020.

    Hasto menilai pers turut membuat framing bahwa dirinya terlibat dalam suap perebutan kursi DPR dari Dapil Sumsel I tersebut.

    Dia lantas menyinggung pelaksanaan etika jurnalistik.

    "Ada pihak-pihak yang sepertinya mendapatkan sebuah settingan, agenda, termasuk adanya media tertentu," tuturnya. "Kami mengharapkan etika jurnalistik benar-benar dapat dijunjung tinggi, benar-benar dipertanggungjawabkan."

    KPK menetapkan sejumlah tersangka antara lain Wahyu Setiawan, Saeful Bahri, dan Caleg PDIP dari Dapil Sumsel I Harun sebagai tersangka.

    Wahyu Setiawan diduga menyanggupi mengegolkan Harun sebagai pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPR Komisi IV Riezky Aprilia.

    Adapun Saeful adalah staf Hasto Kristiyanto.

    Dalam rapat pleno pada Selasa, 7 Januari 2020 KPU kembali menolak permintaan PDIP. Besoknya, KPK mencokok Wahyu Setiawan atas dugaan suap atau janji suap Rp 900 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.