Hasto Kristiyanto Janji Penuhi Panggilan KPK

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan dirinya siap memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan mengenai kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR di KPU.

    “Ketika kami mengundang KPK, KPK datang, di dalam membahas bagaimana membangun sebuah keuangan yang transparan, yang baik. Ketika KPK undang kami pun, saya akan datang,” ujar Hasto Kristiyanto di sela-sela Rakernas PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, hari ini, Ahad, 12 Januari 2020.

    Hasto menjelaskan beberapa kali saat PDIP mengadakan kegiatan-kegiatan besar, seperti rakernas, ada persoalan-persoalan serupa.

    Itu sebabnya, kata dia, PDIP telah menyiapkan diri.

    “Karena tanggung jawab sebagai warga negara itu harus menjunjung hukum tanpa terkecuali,” ujarnya.

    KPK telah memastikan akan memanggil siapa saja yang terlibat dalam perkara korupsi yang menyeret bekas Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

    "Tentu saja, siapa saja dari temuan yang ada, yang relevan terkait, kami pastikan akan panggil," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango pada Ahad, 12 Januari 2020.

    KPK telah menetapkan caleg PDIP di Dapil Sumsel I Harun Masiku bersama pihak swasta, Saeful Bahri, sebagai tersangka pemberi suap.

    Saeful adalah staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

    Mereka diduga memberikan janji suap kepada Wahyu Setiawan Rp 900 juta untuk memuluskan langkah Harun menjadi anggota DPR lewat jalur pergantian antar waktu (PAW).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.