Usai Temui Jokowi, Prabowo Upacara dengan Veteran Operasi Seroja

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Gedung Agung, Yogyakarta, 1 Januari 2020. Tampak pula putra Jokowi, Kaesang, dan anak Prabowo, Didit. Foto: Istimewa

    Presiden Joko Widodo bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Gedung Agung, Yogyakarta, 1 Januari 2020. Tampak pula putra Jokowi, Kaesang, dan anak Prabowo, Didit. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertolak ke rumahnya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan Yogyakarta Rabu kemarin, 1 Januari 2020. "Sore sampai malam ini di Hambalang acara dengan para Veteran Operasi Seroja," kata Staf Khusus Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Tempo, Rabu malam, 1 Januari 2020.

    Dahnil mengatakan, Prabowo menggelar silaturahmi dan upacara kehormatan dengan para veteran Operasi Seroja. Dalam video yang diperoleh Tempo, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengenakan baju adat Betawi berwarna hitam, dipadu peci berwarna senada.

    Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu menyalami tamu-tamunya, yang hadir dalam seragam loreng. Mereka berpeci merah yang mirip dengan atribut khas Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), organisasi sayap Partai Gerindra. "Beliau berterima kasih atas perjuangan dan pengorbanan para pejuang tersebut, dan berharap semangat para veteran tersebut bisa dicontoh oleh anak-anak muda saat ini untuk menghadapi ancaman-ancaman serius bagi pertahanan RI," kata Dahnil.

    Operasi Seroja adalah operasi militer Indonesia di Timor Timur (kini Timor Leste) yang dimulai pada 7 Desember 1975 hingga 17 Juli 1986. Prabowo pernah menjadi pemimpin operasi yang diperintahkan Presiden Soeharto itu.

    Seroja disebut sebagai operasi militer terbesar yang pernah dilakukan Indonesia. Pemerintah Indonesia menurunkan lebih dari 30 ribu tentara ke bumi bekas jajahan Portugis itu. Sampai Februari 1976, ada lebih dari 60 ribu orang Timor yang tewas.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.