Nadiem Makarim Puji Muhammadiyah di Acara Milad

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadiem Makarim dalam rapat dengan pejabat di Kemendikbud, 5 November 2019. (kemdikbud.go.id)

    Nadiem Makarim dalam rapat dengan pejabat di Kemendikbud, 5 November 2019. (kemdikbud.go.id)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim hadir di acara ulang tahun atau Milad Muhammadiyah ke-107 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) petang tadi, Senin, 18 November 2019.

    Dalam pidatonya, Nadiem Makarim menyatakan salut dengan gerakan persyarikatan Muhammadiyah yang sudah seabad lebih sejak didirikan KH Ahmad Dahlan.

    "Semangat KH Ahmad Dahlan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa satu abad yang lalu lewat Muhammadiyah telah memberi angin perubahan bangsa Indonesia yang merdeka dan maju," ujar Nadiem.

    Dia pun menilai gerakan moral Muhammadiyah telah membawa strata sosial masyarakat lebih terdidik. Muhammadiyah menampilkan ajaran Islam bukan sekedar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan menjadi sistem kehidupan.

    Muhammadiyah dilihatnya tak hanya berkontribusi mencerdaskan bangsa lewat bidang pendidikan semata, juga menjamah sektor kesehatan dan sosial.

    Muhammadiyah dengan kemampuan dan tindakan yang riil berhasil menciptakan bakti sosial. Di sisi lain banyak sekali pemimpin yang hanya bicara berbagai impian dan misi.

    "Inilah yang membuat saya menghormati Muhammadiyah."

    Nadiem Makarim lalu memuji Muhammadiyah yang telah membentuk 20 ribu sekolah anak usia dini atau PAUD. Pendidikan PAUD begitu penting kontribusinya bagi pembentukan karakater. Dia lantas menyampaikan komitmennya dalam pendidikan karakter.

    "Tetapi pedidikan karakter tidak bisa hanya diajarkan. Pendidikan karakter yang terbaik itu harus dipercontohkan dan dikerjakan," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.