Presiden Jokowi Siap Melantik Wakil Menteri

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melantik menteri-menteri anggota kabinet periode kedua pemerintahannya. Ia merangkul sebagian besar partai dan hanya menyisakan Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, serta Partai Amanat Nasional di luar pemerintahan. Kekuatan koalisi pemerintah menguasai tiga perempat jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat.

    Presiden Jokowi melantik menteri-menteri anggota kabinet periode kedua pemerintahannya. Ia merangkul sebagian besar partai dan hanya menyisakan Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, serta Partai Amanat Nasional di luar pemerintahan. Kekuatan koalisi pemerintah menguasai tiga perempat jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan sudah menyiapkan para wakil menteri dan akan segera melantiknya untuk membantu pelaksanaan tugas menteri.

    "Kita harapkan sore hari ini sudah final semuanya, dan segera dilantik, secepatnya akan kita lantik," kata Jokowi dalam acara diskusi bersama wartawan kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis sore.

    Ia menyebutkan penyiapan wamen sebetulnya sudah selesai. Mereka ada yang berasal dari partai politik, ada juga yang dari profesional.

    Presiden berharap para wamen betul-betul dapat membantu tugas menterinya.

    Ia memberikan contoh Menteri BUMN yang membutuhkan sampai tiga wamen.

    "Kalau menteri membutuhkan wamen sampai 3 dan itu diperlukan ya gapapa, kita tahu BUMN kita ada 140-an," katanya.

    Menurut Presiden, mengelola perusahaan sebanyak itu memerlukan pengawasan, perlu dikontrol, perlu cek.

    "Ya kalau memang diperlukan, ya gak apa apa, yang paling penting wamen itu berfungsi betul membantu para menteri," tegasnya.

    Presiden Jokowi belum memastikan berapa jumlah wamen yang dibutuhkan. "Nanti finalisasinya malam ini, yang paling penting sekali lagi setiap wamen punya kompetensi yang mendukung kerja para menteri," katanya.

    Ia menyebutkan khusus Menteri BUMN, dari proses evaluasi terakhir diketahui aset BUMN mencapai Rp8.400-an triliun.

    "Saya sudah pesan Menteri BUMN agar ini dikelola dengan manajemen korporasi tapi orientasi tetap kepentingan rakyat, bukan hanya melulu untuk keuntungan tapi juga untuk kepentingan rakyat," kata Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.