Polda Sultra Sidangkan 6 Polisi Bersenpi di Demonstrasi Mahasiswa

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pistol polisi. ANTARA/Ardiansyah

    Ilustrasi pistol polisi. ANTARA/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) segera menggelar sidang disiplin untuk enam anggotanya yang kedapatan membawa senjata api dalam pengamanan demonstrasi mahasiswa di Kota Kendari.

    Dua mahasiswa meninggal akibat demonstrasi mahasiswa itu, yaitu Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi. Randi tewas ditembus peluru, sedangkan Yusuf wafat akibat luka parak di tengkoraknya.

    Belum diketahui siapa yang menembak Randi dan memukuli Yusuf.

    "Sidang disiplin direncanakan besok, 17 Oktober 2019," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Harry Golden Hart melalui pesan teks hari ini, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Kepolisian RI menerjunkan tim untuk mengusut kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo tersebut. Polisi menemukan selongsong peluru di lokasi unjuk rasa.

    Kala itu demonstrasi mahasiswa untuk memprotes sejumlah rancangan undang-undang yang kontroversial.

    Menurut Harry, enam polisi yang kedapatan melanggar aturan karena membawa senpi ketika pengamanan demonstrasi telah dibebastugaskan (skorsing) selama proses hukum.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo pun mengatakan keenam polisi tersebut terancam terkena penundaan pangkat. "Atau penempatan di tempat khusus selama 21 hari. Tergantung Kapolda Sultra," ucap Dedi pada 11 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.