KPK Periksa Adik Nazaruddin dalam Kasus Bowo Sidik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Bowo kembali menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan suap pelaksanaan kerja sama bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Bowo kembali menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan suap pelaksanaan kerja sama bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Muhajidin Nur Hasim dalam kasus dugaan suap Anggota DPR, Bowo Sidik Pangarso. Adik mantan bendahara umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, itu akan diperiksa sebagai saksi untuk perantara suap Bowo, Indung.

    Baca: KPK Duga Nazaruddin di Bui Tahu Soal Suap Bowo Sidik

    "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IND," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin, 15 Juli 2019.

    Pemeriksaan kali ini adalah penjadwalan ulang dari pemeriksanaan sebelumnya. Pada 5 Juli 2019, Muhajidin mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK.

    KPK memeriksa Muhajidin untuk menelusuri dugaan gratifikasi yang diterima Bowo. KPK menyangka Bowo menerima suap Rp 2,5 miliar dari General Manager PT Humpuss Transportasi Kimia. Selain itu, KPK juga menyangka Bowo menerima gratifikasi Rp 6,5 miliar dari berbagai sumber. Salah satunya diduga terkait pengaturan Dana Alokasi Khusus Kabupaten Meranti.

    Untuk menelusuri itu, KPK telah memeriksa adik Nazaruddin lainnya, anggota DPR, M. Nasir dan Bupati Meranti, Irwan. KPK juga menjadwalkan pemeriksaan untuk Nazaruddin di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin pada 5 Juli 2019. Namun, Nazaruddin berdalih sakit, sehingga pemeriksaannya diundur.

    Baca: M Nazaruddin akan Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Bowo Sidik

    KPK menduga para saksi itu mengetahui soal pengurusan DAK Kabupaten Meranti. "Saksi itu diperiksa karena mengetahui atau punya peran," kata Febri, Jumat, 12 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.