Pancasila Tergerus, Ryamizard: TNI Penjaga Ideologi Negara

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan keterangan pers usai rapat pimpinan Kementerian Pertahanan 2019 di Gedung AH Nasution Lt 16, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberikan keterangan pers usai rapat pimpinan Kementerian Pertahanan 2019 di Gedung AH Nasution Lt 16, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta kepada seluruh unsur Tentara Nasional Indonesia, untuk terus menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa. Dalam halal bihalal bersama jajaran anggota dan purnawirawan TNI, di Gelanggang Olahraga Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Ryamizard mengatakan Pancasila sudah banyak tergerus oleh ideologi lain.

    Ia menyampaikannya mumpung berkumpul dengan sesepuh dan ada pula yang lebih muda. “Bersama-sama mengatasi ini, agar Indonesia ke depan bisa tetap seperti sekarang," kata Ryamizard Rabu, 19 Juni 2019.

    Baca juga: BPIP: Nilai Pancasila Bisa Jadi Alat Pendamai Rusuh Pilpres

    Jenderal purnawirawan itu mengatakan TNI memiliki tugas menjaga dan mengamankan ideologi negara, Pancasila, dan konstitusi negara. Pancasila adalah perekat negara kesatuan ini. "Rusaknya Pancasila, rusaknya persatuan kita. Hilangnya Pancasila, berarti hilangnga negara ini," kata Ryamizard.

    Apalagi dari penelitian Kementerian Pertahanan menunjukan adanya indikasi tergerusnya Pancasila di berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari mahasiswa, pelajar, bahkan pegawai di pemerintahan. Untuk kalangan TNI, sebanyak tiga persen responden anggota TNI yang juga meragukan Pancasila.

    Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, MUI: Pancasila adalah Final NKRI

    Ryamizard tak hanya meminta anggota TNI aktif, yang juga terlibat dalam upaya menjaga Pancasila, namun juga meminta upaya serupa juga diperjuangkan oleh purnawirawan yang tak lagi bertugas. "Purnawirawan ini tak pernah dicabut sumpah prajurit dan sapta marga. Tetap melekat sampai mati," kata Ryamizard.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.