TGB Resmi Bergabung ke Partai Golkar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, memberi keterangan pers terkait dengan pemberitaan terhadap dirinya, di Jakarta, Rabu, 19 September 2018. TGB Zainul Majdi menegaskan aliran dana yang masuk ke rekeningnya berasal dari pendapatannya yang sah. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, memberi keterangan pers terkait dengan pemberitaan terhadap dirinya, di Jakarta, Rabu, 19 September 2018. TGB Zainul Majdi menegaskan aliran dana yang masuk ke rekeningnya berasal dari pendapatannya yang sah. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Tuan Guru Bajang Zainul Majdi atau TGB telah resmi bergabung ke Partai Golkar. Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, hal itu sudah diputuskan dalam rapat pleno yang digelar pada Rabu malam, 19 Desember 2018.

    Baca: TGB Diklaim Bergabung ke NasDem

    "Jadi beliau sudah resmi bergabung," ujar Doli saat dihubungi Tempo pada Kamis, 20 Desember 2018.

    Doli menjelaskan bahwa sudah ada kesepakatan di internal Golkar bahwa TGB akan menduduki jabatan di struktur DPP sebagai Ketua Koordinator Bidang Keumatan DPP Partai Golkar.

    Ketua DPP Golkar Ace Hasan Shadzily mengatakan, informasi itu nanti akan disampaikan secara resmi oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dalam acara silaturahmi akhir tahun Keluarga Besar Partai Golkar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta pada Kamis malam, 20 Desember 2018. "Nanti beliau (TGB) juga akan hadir," ujar dia.

    Baca: Purnatugas, TGB: Saya Adalah Saya, Tidak Akan Pernah Berubah

    Pada Juli lalu, TGB Zainul Majdi resmi menyatakan mundur dari Partai Demokrat. Dia beralasan keputusan ini diambil karena alasan pribadi. TGB Zainul Majdi sebelumnya pernah menyatakan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pemilihan presiden 2019.

    Sebelumnya, Partai NasDem mengklaim TGB sudah bergabung secara informal ke partai yang dipimpin Surya Paloh tersebut. Namun, TGB membantah.

    Pada Juli lalu, TGB tak menampik dirinya ditawari pindah partai oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Tawaran itu disampaikan menyusul kemungkinan TGB dijatuhi sanksi oleh Partai Demokrat karena mendukung Presiden Joko Widodo di pemilihan presiden 2019.

    Baca: Begini Perjalanan Karir Politik TGB Zainul Majdi

    Kendati begitu, TGB menganggap tawaran itu disampaikan Airlangga secara spontan saja. Ia berujar, hubungannya dengan Airlangga selama ini ibarat abang dan adik. "Beliau kan lebih tua dari saya, saya panggilnya bang. Mungkin beliau agak kasihan juga melihat di media, gara-gara dukungan ini adiknya mau dikasih sanksi itu," kata TGB di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.