Purnatugas, TGB: Saya Adalah Saya, Tidak Akan Pernah Berubah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi mengunjungi pengungsian korban gempa bumi di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin, 30 Juli 2018. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi mengunjungi pengungsian korban gempa bumi di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin, 30 Juli 2018. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa jabatan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi atau TGB dan wakilnya Muhammad Amin berakhir pada Senin, 17 September 2018.

    Baca juga: Dugaan Kerugian Negara dalam Kasus Newmont yang Menyeret TGB

    Dalam prosesi pelepasan jabatan yang dilakukan kemarin, ribuan warga, pelajar, santri dan PNS di kota Mataram beramai-ramai melepas purna tugas TGB dari Kantor Gubernur NTB menuju Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram tempat acara dipusatkan.

    Pada kesempatan itu TGB, menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat NTB, baik dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tuan guru, anak muda NTB, santri, dan para Bupati/ Wali Kota yang pernah memimpin dan masih memimpin karena membantunya membangun NTB, sehingga dapat berkembang dan seperti saat ini.

    "Alhamdulillah dengan izin Allah SWT tuntas sudah perkhidmatan saya sebagai Gubernur NTB selama 10 tahun," ujarnya.

    Ia menuturkan, selama 10 tahun memimpin NTB tentu banyak cobaan dan tantangan yang dihadapi. Namun, Alhamdulillah semua itu dapat terlewati dengan baik, sehingga pembangunan dan kemajuan NTB dapat berjalan.

    "Saya adalah saya, tidak akan pernah berubah. Tidak ada kecintaan saya terhadap NTB yang berkurang. Justru kecintaan terhadap NTB semakin berlipat-lipat," kata TGB.

    Untuk itu, Gubernur NTB dua periode ini, menitipkan pesan khususnya kepada generasi muda NTB, meski dirinya tidak lagi menjadi Gubernur untuk tetap mencintai dan menghadirkan kebanggan buat daerah. Terlebih di saat NTB dilanda musibah bencana gempa.

    Baca juga: Kasus Newmont, TGB Jelaskan Soal Duit Pinjaman Rosan Roeslani

    "Jadikan NTB tetap inspirasi kebaikan pascakita mendapatkan cobaan panjang. Jarang satu daerah dapat cobaan panjang. Itu tanda jika kita disiapkan menjadi orang yang hebat di masa mendatang dan kebanggaan Indonesia dan dunia di masa yang akan datang," katanya.

    Selain menyampaikan terimakasih, TGB juga menghaturkan permintaan maaf apabila ada sesuatu hal, bahkan mungkin banyak hal yang menurut masyarakat kurang tepat, baik dari kebijakan, prilaku atau apapun selama 10 tahun menjabat Gubernur NTB.

    "Saya mohon untuk di maafkan. Saya agak terharu mendapatkan kehormatan sangat besar beserta keluarga dan Wagub dan untuk semua kehormatan dan penghormatan itu, kerja dan pengkhidmatan kami untuk NTB tidak akan pernah selesai dan putus. Kami akan tetap bekerja dan berkhidmat untuk NTB," kata TGB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.