Dua Hari Lagi, Yenny Wahid Umumkan Dukungan di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yenny Wahid. Dok. TEMPO

    Yenny Wahid. Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid mengatakan akan mengumumkan pilihannya dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019 dalam dua hari mendatang. "Saya akan jawab dua hari lagi," kata Yenny dalam diskusi Persepsi Publik tentang Demokrasi, Korupsi, dan Intoleransi Indonesia di Sari Pacific Hotel, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2018.

    Baca juga: Sandiaga: Yenny Wahid Masukkan 10-12 Nama di Badan Pemenangan

    Yenny mengungkapkan hal tersebut setelah ditanya peneliti Lembaga Survei Indonesia, Ahmad Khoirul Umam, mengenai calon presiden yang akan didukungnya. Menurut Yenny, pengumuman akan dilakukan dua hari ke depan di Kalibata. "Rumah pergerakan Gus Dur," ujarnya.

    Adapun pertanyaan itu muncul setelah Yenny menyampaikan alasan rumah Ciganjur atau rumah Gus Dur menerima kedatangan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019. Yenny menuturkan keluarganya ingin mengetahui komitmen dua pasangan calon dalam menjaga NKRI.

    Yenny dan ibundanya, Sinta Nuriyah Wahid, sudah bertemu dengan pasangan calon presiden serta wakil presiden dalam sejumlah kesempatan secara terpisah. Sebelumnya, Yenny berujar akan menimbang lagi bakal masuk ke kubu mana setelah bertemu semua kandidat dan menitipkan aspirasi kepada mereka.

    Putri kedua mantan Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan akan salat istikharah terlebih dulu untuk meminta petunjuk. Tak lupa, Yenny juga akan meminta pandangan serta restu ibundanya.

    Baca juga: Yenny Wahid Belum Putuskan Gabung Timses Prabowo atau Jokowi

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno juga pernah mengatakan Yenny Wahid memiliki peranan penting jika masuk ke Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga. Menurut Sandiaga, kehadiran putri Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini akan meredam isu-isu sensitif yang berkaitan dengan keberagaman.

    "Keberagaman, kebhinekaan tunggal ika, itu diusung dengan harga mati oleh keluarga Gus Dur," kata Sandiaga saat ditemui setelah berolahraga di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat, 21 September 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.