Disebut Sumbang Nama Timses, Yenny Wahid: Tanya ke Pak Sandiaga

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yenny Wahid. Dok.TEMPO

    Yenny Wahid. Dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid enggan berkomentar ihwal pernyataan Sandiaga Uno. Calon wakil presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto ini menyebutkan Yenny Wahid menyetor 10 sampai 12 nama untuk masuk Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga.

    Baca: Sandiaga: Yenny Wahid Masukkan 10-12 Nama di Badan Pemenangan

    "Kalau itu, tanya Pak Sandi saja," kata Yenny dalam pesan pendeknya, Jumat, 21 September 2018. Namun, lewat akun Twitter resmi miliknya, Yenny Wahid sempat menulis soal "klaim politik".

    Yenny memang tidak menyinggung maksud dari cuitan tersebut. Namun cuitan itu muncul tak lama setelah media memberitakan pernyataan Sandiaga yang menyebutkan Yenny Wahid memberi nama-nama untuk masuk ke badan pemenangan.

    "Saya menyadari bahwa dalam politik, klaim kerap dilakukan oleh pihak-pihak sebagai upaya untuk membangun persepsi yang menguntungkan mereka. Namun, klaim yang tidak berdasar justru nantinya akan dibungkam oleh realita. Tolong hargai, beri ruang, dan jangan mendesak," tulisnya.

    Sebelumnya, Sandiaga mengatakan nama-nama itu disebut dalam perbincangannya bersama dengan Yenny melalui pesan pendek. Sandiaga menuturkan nama-nama usulan itu ditampung dalam tim pemenangan Prabowo - Sandiaga. Para tokoh yang diajukan oleh anak kedua Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut mewakili kaum milenial, ulama, dan perempuan.

    Baca juga: Alasan Sandiaga Ingin Yenny Wahid Gabung: Multikulturalisme

    Kubu Sandiaga memang keukeuh meminta Yenny Wahid bergabung dengan tim mereka. Alasannya, keluarga Gus Dur mampu meredam isu-isu sensitif seputar keberagaman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.