Setya Novanto Kembali Sebut Anggota DPR yang Terima Duit E-KTP

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana korupsi e-KTP, Setya Novanto saat akan menjadi saksi dalam persidangan e-KTP dengan terdakwa Made Oka Masagung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Terpidana korupsi e-KTP, Setya Novanto saat akan menjadi saksi dalam persidangan e-KTP dengan terdakwa Made Oka Masagung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua DPR Setya Novanto kembali menyebut sejumlah nama anggota dan mantan anggota DPR yang diduga menerima duit korupsi proyek e-KTP. Hal itu dia sampaikan saat bersaksi dalam sidang e-KTP dengan terdakwa keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan pengusaha Made Oka Masagung.

    Baca: Kepergok Bersama Nazaruddin, Setya Novanto, Ngobrol Soal E-KTP

    "Keponakan saya pernah mengatakan memberi total US$ 3,5 juta kepada beberapa orang," kata Setya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 18 September 2018.

    Menurut Setya, Irvanto menyebutkan nama-nama itu saat dikonfrontasi dalam sidang e-KTP. Irvanto, kata dia, pernah menyebutkan menyerahkan uang kepada Chairuman Harahap sebanyak US$ 500 ribu, Jafar Hafsah US$ 100 ribu, Ade Komarudin US$ 700 ribu dan Agun Gunandjar Sudarsa US$ 1 juta.

    Selain itu, menurut Setya, ada juga Melchias Markus Mekeng dan Markus Nari dengan total US$ 1 juta. Uang itu, kata dia, diberikan di ruangannya di DPR. Irvanto menyerahkan uang itu atas perintah Andi Agustinus Narogong. Selain itu ada juga untuk Mirwan Amir dan Olly Dondokambey masing-masing US$ 500 ribu. "Ini totalnya US$ 3,2 juta, ini yang dituduhkan pada saya," kata dia.

    Baca: Curhat Setya Novanto Soal Tunggakan Utang Setelah Dipenjara

    Setya sebenarnya pernah menyebutkan sejumlah nama itu dalam sidang e-KTP sebelumnya. Semua nama yang dia sebut, dalam berbagai kesempatan telah membantah menerima aliran duit e-KTP.

    Dalam perkara ini, Irvanto dan Made Oka didakwa turut melakukan korupsi proyek e-KTP. KPK mendakwa Made Oka menampung fulus e-KTP sebelum diserahkan ke Setya. Semetara, Irvanto didakwa menjadi perantara duit e-KTP untuk anggota DPR.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.