Kepergok Bersama Nazaruddin, Setya Novanto, Ngobrol Soal E-KTP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana kasus korupsi EKTP, Setya Novanto saat meninggalkan Rutan Kelas I KPK untuk menuju Lapas Sukamiskin Bandung. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Terpidana kasus korupsi EKTP, Setya Novanto saat meninggalkan Rutan Kelas I KPK untuk menuju Lapas Sukamiskin Bandung. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua DPR Setya Novanto membongkar isi percakapannya dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin saat berada di selnya di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung. Setya mengatakan pada saat itu dia tengah mengobrol soal pihak-pihak yang menerima duit korupsi e-KTP.

    Baca juga: Ombudsman: Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin Lebih Luas

    "Saya dan Nazarudin kan melihat (penyerahan uang), jadi saya sedang mencocok-cocokan (ingatan)," kata dia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 18 September 2018.

    Pertemuan antara Setya dan Nazaruddin di sel yang ditempati mantan Ketua Umum Partai Golkar itu terungkap dalam video inspeksi Ombudsman RI di Lapas Sukamiskin. Dalam video itu Setya dan Nazaruddin tertangkap kamera tengah berbincang di dalam sel Setya Novanto.

    Setya menuturkan pertemuan itu berlangsung beberapa saat sebelum dirinya akan bersaksi dalam sidang perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Irvanto merupakan keponakan Setya yang didakwa terlibat dalam korupsi e-KTP dan menjadi kurir duit e-KTP untuk sejumlah anggota DPR.

    Baca juga: Kata Setya Novanto Soal Pertemuan dengan Eni Saragih di Rutan KPK

    Setya Novanto menuturkan Nazaruddin merupakan saksi yang juga melihat penyerahan uang e-KTP kepada sejumlah anggota Badan Anggaran DPR di ruangan Setya di DPR. Setya mengingat pada saat itu Pimpinan Banggar DPR Melchias Markus Mekeng dan Olly Dondokambey menerima uang yang diserahkan Irvanto. "Pimpinan banggar menerima uang termasuk Melchias Mekeng dan Olly. Irvan menyerahkan uang kepada Melchias Mekeng di ruangan saya," kata dia.

    Menurut Setya dia butuh konfirmasi dari Nazaruddin untuk ingatannya tersebut. "Sehingga yang saya sampaikan tidak salah," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.