Pulau Bungin Terpadat di Dunia Kebakaran Saat Gempa 7,0 SR

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara permukiman warga di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Sumbawa Besar, NTB, 19 Desember 2015. Pulau yang memiliki luas 8,5 hektar dengan jumlah penduduk 3.400 jiwa tersebut dijuluki pulau terpadat di dunia, dimana satu rumah dijadikan tempat tinggal 2 hingga 4 kepala keluarga. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Foto udara permukiman warga di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Sumbawa Besar, NTB, 19 Desember 2015. Pulau yang memiliki luas 8,5 hektar dengan jumlah penduduk 3.400 jiwa tersebut dijuluki pulau terpadat di dunia, dimana satu rumah dijadikan tempat tinggal 2 hingga 4 kepala keluarga. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, JakartaGempa 7,0 Skala Richter yang mengguncang Lombok Timur pada Ahad malam, 19 Agustus 2018 mengakibatkan 24 rumah di Pulau Bungin Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa terbakar.

    Baca juga: Korban Gempa Lombok di Mataram Kekurangan Logistik, Minim Bantuan

    Pulau Bungin selama ini dikenal sebagai pulau terpadat di dunia karena pulau yang luasnya sekitar 8 hektare dihuni 3.097 jiwa. Kebakaran terjadi akibat kabel listrik yang putus akibat goncangan gempa.

    "Sewaktu gempa terjadi, kabel listrik putus menimpa drum bensin premium," kata Anggota Badan Permusyawaratan Desa Bungin Khariman mengatakan kepada Tempo, Senin 20 Agustus 2018. Drum bensin itu milik pedagang di situ bernama Zainal.

    Secara estafet warga kampung menggunakan air laut menyiram rumah-rumah yang terbakar di RT 4 Dusun Tanjung, terletak di sebelah barat desa. Rumah Khairman terletak sekitar 200 meter dari rumah Zainal. Api merambat dari arah angin barat daya ke arah timur laut. "Besar sekali apinya," ujar Khairman.

    Baca juga: Cerita Pengungsi Gempa Lombok di Islamic Center: Minum Air Mentah

    Api berhasil dipadamkan setelah melalap 24 rumah panggung milik penduduk desa nelayan tersebut. Rata-rata ukuran rumah panggung yang terbuat dari papan itu adalah lima kali delapan meter atau enam kali sembilan meter.

    Akibat kebakaran itu sebanyak 74 jiwa penghuninya kini kehilangan tempat tinggal. Hingga Senin 20 Agustus 2018 siang ini, korban kebakaran masih berada di atas perahu-perahu di sekitar pulau Bungin.

    Warga Pulau Bungin lainnya juga banyak yang memilih berada di perahu untuk menunggu gempa reda. Gempa terus mengguncang Nusa Tenggara Barat.

    Baca juga: Akibat Gempa Lombok, Beberapa Bukit Longsor di Sembalun

    Menurut Khairman, lebih baik berada di atas perahu yang mampu menampung tiga orang atau kapal yang muatannya 50 orang karena tidak terasa terjadinya gempa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.