Akibat Gempa Lombok, Beberapa Bukit Longsor di Sembalun

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengungsi korban gempa yang mengenakan baju Pramuka mengibarkan bendera Merah Putih dalam upacara bendera peringatan HUT RI ke-73 di Posko Pengungsian Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 17 Agustus 2018. ANTARA

    Seorang pengungsi korban gempa yang mengenakan baju Pramuka mengibarkan bendera Merah Putih dalam upacara bendera peringatan HUT RI ke-73 di Posko Pengungsian Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 17 Agustus 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Mataram - Gempa Lombok yang berkekuatan 6,5 skala Richter pada Ahad 19 Agustus 2018 pukul 12.10.22 Waktu Indonesia Tengah menimbulkan bukit Pergasingan, Nanggi, Anak Dara, di Selong, longsor. Debu berterbangan dari arah Rinjani dan Sangkareang, naik ke atas, namun kemudian tertutup awan.

    Di kota Sembalun pun demikian. Longsor terjado di Gunung Telaga yang terletak di antara Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung. “Tidak ada korban jiwa karena penduduk masih berada di tempat pengungsian,” kata pegiat sosial Alus Humaira sewaktu dihubungi Tempo dari Mataram, Ahad 19 Agustus 2018 siang.

    Baca: 
    Gempa Lombok, Lapangan di Kota Mataram ...
    Gempa 7 SR Kembali Guncang Lombok

    Menurut Alus, gempa juga merobohkan bangunan rumah yang sebelumnya mengalami retak akibat gempa sebelumnya.

    Seorang warga setempat, Fahriah Hanisinta juga menyebutkan dua kali kejadian gempa, sebelumnya terjadi pukul 12.06 waktu setempat. Gempa berkekuatan 5,4 skala Richer dari kedalaman 10 kilometer di darat. Jarak sumber gempanya tujuh kilometer dengan sumber gempa yang kedua. Dari Kota Mataram jauhnya 65,97 kilometer. ''Ini dua kali, besar sekali,'' ujarnya.

    Baca:  Cerita Pengungsi Gempa Lombok di Islamic ...

    Ia mengatakan bahwa pengungsi maupun penduduk yang masih berada di rumah, panik dan berlarian ke luar. ''Saya masih di lapangan. Tidak berani pulang,'' ujar Fahriah.  Ia berada di dalam tenda di lapangan Kecamatan Sembalun yang terletak sekitar 300 meter dari rumahnya.

    Untuk kebutuhan makan sehari-harinya, mendapatkan jatah makan dari anggota Koramil setempat yang membagikan nasi dan lauknya, sarden atau mi instan. Ia tidak berani pulang karena gempa Lombok masih sering menguncang.  Kalaupun pulang ke rumah, hanya untuk salat subuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.