Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Beberkan Jasanya untuk Pemerintah

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, resmi memakai rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018. Dia sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan KPK. Setelah melakukan gelar perkara, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi, serta dua pihak swasta bernama Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, yang ditahan setelah terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membeberkan jasa-jasanya kepada pemerintah dalam proses perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka atau GAM dan pemerintah Indonesia.

"Saya hanya mau memberi pernyataan bahwa sebetulnya damainya Aceh dengan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), saham saya besar di situ. Saya ikut mendamaikan, ikut mengumpulkan senjata, ikut berunding, dan akhirnya kayak sekarang," kata Irwandi setelah diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

Baca juga: Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Resmi Ditahan

KPK baru saja menetapkan Irwandi dan Bupati Bener Meriah Ahmadi bersama dua orang lain sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap pengalokasian dan penyaluran dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018 kepada Pemerintah Provinsi Aceh. Irwandi resmi ditahan pada Kamis, 5 Juli 2018.

Irwandi juga menyinggung terobosan-terobosannya selama menjadi Gubernur Aceh. "Setelah damai dan saya menjadi gubernur pertama, saya membuat terobosan-terobosan yang banyak. Yang sebagian diadopsi oleh pemerintah pusat, seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), dan beberapa hal lain dalam hal lingkungan hidup," ujarnya.

Selain itu, Irwandi menyatakan berjasa dalam mengamankan Aceh dari rongrongan teroris pada 2010 lalu. Menurut Irwandi, saat itu dialah yang pertama kali memberikan informasi ke polisi mengenai masuknya teroris ke Aceh dan rencana latihan perang di Jalin Jantho.

"Maka teroris di sana tidak bisa beraktivitas dan ke lapangan pun saya ikut. Ada begitu banyak hal yang saya lakukan untuk kebaikan negeri ini," ucapnya.

Baca juga: Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah Ditetapkan Tersangka KPK

Adapun mengenai kasus yang menjeratnya, Irwandi membantah keterlibatannya. "Saya pun tidak tahu masalahnya apa. Ada pengarahan dana dari Bupati Bener Meriah katanya ke pihak ketiga tanpa perintah saya. Saya tidak pernah minta, tidak pernah menyuruh, tidak pernah menerima. Jadi dikaitkan dengan saya atau apa? Mungkin ada orang yang menyebut nama saya dan didengar oleh KPK, tetapi saya sendiri tidak pernah meminta, tidak pernah menyuruh, tidak pernah menerima," tuturnya.

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus suap terkait dengan pengalokasian dan penyaluran DOKA tahun anggaran 2018 kepada Pemerintah Provinsi Aceh.

Keempat tersangka itu adalah Gubernur Aceh Irwandi Yusuf (IY) dan Bupati Bener Meriah Provinsi Aceh Ahmadi (AMD) serta dua orang dari unsur swasta, Hendri Yuzal (HY) dan T. Syaiful Bahri (TSB).

"Diduga sebagai penerima IY, Gubernur Provinsi Aceh, HY swasta, TSB swasta. Diduga sebagai pemberi AMD, Bupati Kabupaten Bener Meriah," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.






Ulama Karismatik Aceh Abu Tumin Blang Bladeh Meninggal, Kapolda Aceh Belasungkawa

4 hari lalu

Ulama Karismatik Aceh Abu Tumin Blang Bladeh Meninggal, Kapolda Aceh Belasungkawa

Ulama karismatik Aceh, Teungku Muhammad Amin Mahmud Syah atau Abu Tumin Blang Bladeh meninggal hari ini. Kapolda Aceh turut menyampaikan duka cita.


Jabatan Anies Baswedan Segera Rampung, Ini Deretan Gubernur yang Selesai Masa Jabatannya pada 2022

29 hari lalu

Jabatan Anies Baswedan Segera Rampung, Ini Deretan Gubernur yang Selesai Masa Jabatannya pada 2022

Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan berakhir Oktober 2022 mendatang. Berikuyt daftar gubernur yang juga habis masa jabatan pada 2022


17 Tahun Nota Kesepahaman di Helsinki, Akhir Konflik GAM - RI

47 hari lalu

17 Tahun Nota Kesepahaman di Helsinki, Akhir Konflik GAM - RI

Konflik GAM - RI dinyatakan berakhir, 17 tahun lalu dengan dilaksanakan MoU di Helsinki, Finlandia.


Drs Imran Resmi Jadi Penjabat Wali Kota Lhokseumawe

14 Juli 2022

Drs Imran Resmi Jadi Penjabat Wali Kota Lhokseumawe

Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki meminta Drs Imran jalin komunikasi dan hubungan positif.


Alasan Koalisi Sipil Protes Eks Pangdam Iskandar Muda Jadi Pj Gubernur Aceh

6 Juli 2022

Alasan Koalisi Sipil Protes Eks Pangdam Iskandar Muda Jadi Pj Gubernur Aceh

Sejumlah organisasi masyarakat sipil memprotes penetapan Mayor Jenderal (Purn) Achmad Marzuki sebagai Penjabat Gubernur Aceh.


Mendagri Lantik Mayjen TNI Purn Achmad Mazuki Jadi Pj Gubernur Aceh

6 Juli 2022

Mendagri Lantik Mayjen TNI Purn Achmad Mazuki Jadi Pj Gubernur Aceh

Penunjukkan Marzuki sebagai penjabat Gubernur Aceh dikritik oleh KontraS, KontraS Aceh, LBH Banda Aceh, Katahati Institute, Perludem, dan ICW.


Kemendagri Pastikan Pj Gubernur Aceh Sudah Sesuai Prosedural

6 Juli 2022

Kemendagri Pastikan Pj Gubernur Aceh Sudah Sesuai Prosedural

Achmad Marzuki bukan lagi Anggota TNI aktif


Eks Pangdam Iskandar Muda Ditunjuk Jadi Pj Gubernur Aceh, Kemendagri: Pensiun Dini dari TNI

5 Juli 2022

Eks Pangdam Iskandar Muda Ditunjuk Jadi Pj Gubernur Aceh, Kemendagri: Pensiun Dini dari TNI

Mendagri Tito Karnavian akan melantik mantan Pangdam Iskandar Muda Mayjen Achmad Marzuki sebagai Penjabat Gubernur Aceh.


DPRA Usulkan Pemberhentian Gubernur Aceh ke Presiden Jokowi

4 Juni 2022

DPRA Usulkan Pemberhentian Gubernur Aceh ke Presiden Jokowi

Masa jabatan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh akan berakhir pada 5 Juli 2022.


Teuku Nyak Arif Gubernur Aceh Pertama, Bersemayam di Tepi Sungai Lamnyong

4 Mei 2022

Teuku Nyak Arif Gubernur Aceh Pertama, Bersemayam di Tepi Sungai Lamnyong

Hari ini 4 Mei, 76 tahun lalu Teuku Nyak Arif meninggal. Ia Gubernur Aceh pertama periode 1945 - 1946. Berikut kisah Pahlawan Nasional ini.