Moeldoko Menyatakan Ingin Mundur dari Hanura

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moeldoko. REUTERS/Beawiharta

    Moeldoko. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Moeldoko, menyatakan akan mundur dari partai besutan Wiranto tersebut. Ia beralasan ingin fokus bekerja sebagai Kepala Kantor Staf Presiden.

    Hal ini ia sampaikan saat awak media hendak meminta tanggapan Hanura terkait peraturan Komisi Pemilihan Umum yang melarang eks koruptor mendaftar calon anggota legisatif. Tanpa menjawab pertanyaan ini, Moledoko justru mengumumkan rencana mundurnya.

    Baca juga: Bantah Krisis Kader, Hanura Butuh Ketokohan OSO dan Moeldoko  

    "Saya sudah menyiapkan diri mengundurkan diri dari Hanura ha-ha-ha. Saya akan fokus pada pekerjaan dahulu," katanya sembari tertawa saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Bina Graha, Jaan Veteran III, Jakarta, Senin, 2 Jui 2018.

    Moedoko bercerita di Hanura ia tidak pernah terlibat dalam urusan partai. Alasannya posisi dia sebagai dewan pembina tidak terlalu berpengaruh dalam operasional partai.

    Mantan Pangima TNI ini menjelaskan tidak bisa fokus bekerja sebagai Kepala Kantor Staf Presiden jika masih bergabung dengan Hanura.

    "Untuk itu saya mempertimbangkan mengundurkan diri karena tugas di sini semakin tinggi frekuensinya," ucapnya.

    Baca juga: Oso Dipecat, Moeldoko: Ikuti Apa yang Dikatakan Pak Wiranto

    Namun Moeldoko mengatakan ia baru menyampaikan niat ini ke Ketua Dewan Pembina Hanura, Wiranto. Ia justru belum lapor kepada Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang.

    "Secara bisik-bisik waktu itu ke pak Wiranto saya sudah sampaikan ha-ha-ha. Ke Pak OSO belum," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.