Hadiah Sepeda Jokowi Tak Laku di Bali

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa mengambil sepeda hadiah dari Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Jombang, Jawa Timur, 1 Agustus 2015. Dalam kunjungannya Jokowi membagikan Kartu Asistensi Penyandang Disabilitas, Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. TEMPO/Subekti

    Seorang siswa mengambil sepeda hadiah dari Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Jombang, Jawa Timur, 1 Agustus 2015. Dalam kunjungannya Jokowi membagikan Kartu Asistensi Penyandang Disabilitas, Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi sering mengadakan kuis berhadiah sepeda saat berkunjung ke daerah. Biasanya, momen ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat yang hadir.

    Namun ada yang berbeda saat Jokowi melakukan sosialisasi pajak penghasilan (PPh) final bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Denpasar, Bali, pada Sabtu pagi, 23 Juni 2018. Masyarakat yang mengikuti kuis justru tidak memilih hadiah sepeda dari Presiden.

    Baca: Ingin UMKM Cepat Berkembang, Jokowi: Sate Saja Saya Pesan Online

    Pagi itu, Jokowi mengundang seorang warga yang pernah mengambil kredit usaha rakyat (KUR) untuk berbagi cerita di atas panggung. Naiklah seorang ibu bernama Ayu Reni.

    Ayu kemudian menceritakan pengalamannya mengambil KUR untuk menambah modal usaha apoteknya. Ia mengaku tidak mendapat kesulitan ketika meminjam KUR tersebut.

    "Semoga bank-bank pemerintah tetap memberikan kemudahan kepada kami para pelaku UMKM agar tetap kita berkarya, berkreasi, karena kita kan sudah berusaha mau buka usaha, supaya kita tetap diberikan modal, dimudahkan juga izinnya, seperti itu," katanya.

    Baca: PPh UMKM Turun, Jokowi Minta Pengusaha Konsisten

    Seusai Ayu bercerita, Jokowi menawarkan dua pilihan hadiah, yaitu sepeda atau berfoto bersama. Ayu ternyata lebih memilih foto bersama. "Ya sudah tidak apa-apa. Terima kasih," ucap Jokowi, yang kemudian diiringi riuh tawa warga yang hadir di ruangan tersebut.

    Jokowi kemudian kembali melontarkan pertanyaan lain. Kali ini, ia meminta satu orang maju untuk membacakan Pancasila. Seorang ibu bernama Elizabeth Nauri Hutagalung dipilih untuk maju dan membacakan Pancasila dengan lancar dan lantang.

    Ketika waktunya memilih hadiah, Elizabeth mengatakan lebih memilih foto bersama ketimbang sepeda. "Saya enggak tahu, ya, sekarang sepeda, kok, enggak laku," ujar Jokowi setelah mendengar pilihan Elizabeth dan Ayu. Ucapan itu sontak membuat seisi ruangan bergemuruh dengan tawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.