Mahfud MD: Safari Politik Wiranto Tidak Melanggar Hukum

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko widodo (tengah) didampingi Ketua umum PKB Muhaimin (kanan),Menkopolhukam Wiranto (kedua Kanan) dan  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat peresmian  pengoperasian Kereta Bandara Soekarno-Hatta  Tangerang, 2 Januari 2018. Kereta Bandara sudah resmi dioperasikan untuk umum dengan tarif Rp 70.000  untuk 1 kali perjalanan. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    Presiden Joko widodo (tengah) didampingi Ketua umum PKB Muhaimin (kanan),Menkopolhukam Wiranto (kedua Kanan) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat peresmian pengoperasian Kereta Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, 2 Januari 2018. Kereta Bandara sudah resmi dioperasikan untuk umum dengan tarif Rp 70.000 untuk 1 kali perjalanan. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum Mahfud MD menilai rencana safari politik Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menemui pemimpin-pemimpin partai harus bertujuan menyejukkan situasi politik yang diperkirakan memanas menjelang pemilihan umum. "Tidak apa-apa, itu tugas kenegaraan Pak Wiranto," kata Mahfud di Jakarta, Kamis, 19 April 2018.

    Langkah Wiranto itu dinilainya tidak melanggar hukum. “Enggak ada hukum yang dilanggar.” Mengenai kepantasan, kata Mahfud, itu relatif.

    Baca:
    Pengamat Kritik Safari Politik Wiranto ke Elit...
    Wiranto Temui Ketua Umum Demokrat SBY

    Pada Rabu lalu, 18 April 2018, Wiranto menyambangi rumah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. "Saya selaku pejabat politik di negeri ini harus berkomunikasi dengan semua pimpinan partai politik, tokoh partai, siapa saja," kata Wiranto.

    Safari politik itu memicu pendapat pro dan kontra. Namun, menurut Mahfud, sebagai Menkopolhukam, Wiranto bisa menemui pimpinan partai politik untuk berkomunikasi.

    Baca: Wiranto Bertemu SBY, PDIP: Menjelang Pilpres...

    "Kalau tujuan Wiranto untuk menyejukkan situasi, menurut saya, benarlah." Safari Wiranto, ujar Mahfud, selayaknya tidak dianggap sebagai upaya berkolusi dengan pimpinan partai.

    Menurut dia, pendekatan yang dilakukan Wiranto bukan untuk memberikan keputusan politik. Parpol juga seharusnya tidak berpikir pendek, lalu menganalisis pertemuan itu. "Ini kerja politik.” 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.