Jumat, 14 Desember 2018

Polri Gandeng Interpol Buru Anggota MCA ke Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Siber Bareskrim Mabes Polri menghadirkan tersangka yang tergabung dalam grup The Family Muslim Cyber Army (MCA) dalam rilis di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 28 Februari. Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Siber Bareskrim Polri menungkap sindikat penyebar isu-isu provokatif di media sosial. TEMPO/Amston Probel

    Tim Siber Bareskrim Mabes Polri menghadirkan tersangka yang tergabung dalam grup The Family Muslim Cyber Army (MCA) dalam rilis di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 28 Februari. Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Siber Bareskrim Polri menungkap sindikat penyebar isu-isu provokatif di media sosial. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia akan bekerjasama dengan Kepolisian Korea Selatan dan Interpol untuk menangkap anggota The Family Muslim Cyber Army (MCA), Suhendar Permana yang diduga berada di Korea Selatan. “Melalui interpol nanti ya," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Mabes Polri, Kamis, 1 Maret 2018.

    Kerjasama dengan Interpol dilakukan sebab Indonesia tak memiliki atase kepolisian di negeri ginseng itu. Sedangkan Kepolisian Korea Selatan memiliki atase polisi di Indonesia.

    Baca:
    The Family MCA Diduga Terkait Pelaksanaan ...
    Kata Moeldoko Soal Penangkapan Kelompok Family MCA

    Direktur Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran mengatakan penyidik batal memburu salah satu anggota The Family MCA yang diduga berada di negara itu. "Pengejaran ke Korea Selatan enggak jadi," kata Fadil di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 28 Februari 2018.

    The Family MCA merupakan salah satu grup di media sosial yang menyerang akun lawan dengan menyebar virus-virus hingga gawai milik lawan rusak dan memunculkan strategi isu baru untuk lawan. Mereka beranggotakan 177 orang dengan enam admin. "Mereka tim sniper dan inti," ujar Fadil.

    Baca juga: Polisi: Karakteristik Kelompok Family MCA Mirip ...

    Polisi telah menangkap Muhammad Luth, 40 tahun, Rizki Surya Dharma, 35 tahun, Ramdani Saputra, 39 tahun, Tara Arsih Wijayani, 40 tahun, dan Yuspiadin, 24 tahun. Mereka dicokok di beberapa kota yang berbeda.

    Polisi menjerat anggota The Family MCA  dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-Undang Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

    ROSSENO AJI NUGROHO | CHITRA PRAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....