Kata Moeldoko Soal Penangkapan Kelompok Family MCA

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu berdiskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) dan Panglima TNI Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ketika menghadiri pembukaan Zikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Zikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 21 Februari 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu berdiskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) dan Panglima TNI Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ketika menghadiri pembukaan Zikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Zikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 21 Februari 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ikut mengomentari penangkapan kelompok yang diduga menyebar kabar bohong tentang kebangkitan PKI dan penyerangan ulama, Family Muslim Cyber Army atau Family MCA. Menurut Moeldoko penangkapan kelompok penyebar berita provokatif saat ini sangat mudah dilakukan. Apalagi dengan penguatan Badan Siber dan Sandi Negara.

    “Jadi, teknologi bisa sangat memungkinkan untuk tracking (pelacakan), siapa berbuat dan apa isinya? Itu sangat mudah,” ucap Moeldoko di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Selasa 27 Februari.

    Pemerintah membentuk BSSN tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 53 tahun 2017. Di mana BSSN itu merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang berada di bawah Kepresidenan.

    Baca juga: Hoax Ulama Diserang Orang Gila, Belasan Tersangka Wajib Lapor

    Menurut Moeldoko, operasional BSSN melalui menteri yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian penyelenggaraan pemerintahan di bidang politik, hukum, dan keamanan. “Kita sudah membangun, apalagi dengan penguatan BSSN yang kapasitasnya sudah ditingkatkan,” ucap Moeldoko.

    BSSN sendiri menjadi penyelenggara dan pembina tunggal persandian negara dalam menjamin keamanan informasi berklasifikasi milik pemerintah atau negara.

    BSSN dibentuk dilatarbelakangi oleh penanganan permasalahan di ranah siber di Indonesia yang belum terintegrasi. Sehingga tata kelolanya dianggap bersifat parsial.

    Baca juga: Dua Orang Penyebar Hoax Penyerangan Ulama Bekasi Jadi Tersangka

    Direktorat Tindak Pidana Siber Polri bersama Direktorat Keamanan Khusus BIK menangkap empat anggota kelompok inti MCA yang tergabung dalam grup aplikasi Whatsapp bernama The Family MCA. Mereka ditangkap lantaran diduga kerap menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks, seperti isu kebangkitan PKI, penculikan ulama, dan penyerangan terhadap nama baik presiden, pemerintah, serta tokoh-tokoh tertentu.

    Para pelaku tersebut ialah Muhammad Luth, 40 tahun, Rizki Surya Dharma, 35 tahun, Ramdani Saputra, 39 tahun, dan Yuspiadin, 24 tahun. Mereka disangka dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.