Minggu, 22 September 2019

PDIP Siap Menghadapi Isu Agama di Pilkada dan Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko (tengah) menyampaikan orasi politik saat kampanye pasangan calon bupati-wakil bupati Ponorogo Amin-Agus Widodo di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, 29 November 2015. ANTARA FOTO

    Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko (tengah) menyampaikan orasi politik saat kampanye pasangan calon bupati-wakil bupati Ponorogo Amin-Agus Widodo di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, 29 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, Budiman Sudjatmiko, mengatakan partainya telah siap menghadapi terpaan isu berbau agama dan ras menjelang kontestasi politik, khususnya dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. Terlebih, PDIP kemungkinan besar mengusung Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pilpres mendatang.

    "Bukan hanya menghadapi pilpres, buat pilkada pun kami sudah bahas hal itu (serangan isu agama)," kata Budiman kepada Tempo melalui telepon, Senin, 25 Desember 2017.

    Hal tersebut terkait dengan pernyataan Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago yang memprediksi isu-isu kebangsaan dan kenegaraan akan bergeser menjadi isu-isu umat dalam pemilu presiden 2019. Sejumlah isu umat tersebut, kata Pangi, bakal menyerang Presiden Joko Widodo sebagai calon inkumben.

    Baca juga: Pengamat Politik: Isu Umat Bakal Menyerang Jokowi di Pilpres 2019

    Jokowi, yang selama ini dianggap sebagai tokoh nasionalis-sekuler, dinilai lawan politiknya memiliki jarak dengan agama dalam kehidupan berbangsa. Pangi juga menambahkan, alumni 212 akan menjadi salah satu kekuatan poros penantang Jokowi dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019.

    Namun, Budiman membantah anggapan tersebut. Menurut dia, nilai-nilai keagamaan dan ketuhanan justru menjadi inspirasi PDIP dan Jokowi sebagai kadernya dalam berpolitik. Ia pun mengatakan, selama ini koalisi dengan partai-partai Islam seperti Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Pembangunan pun berjalan baik.

    "Begitu halnya hubungan dengan organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Persatuan Islam," kata Budiman.

    Ia pun menganggap tudingan-tudingan semacam itu merupakan upaya politisasi agama oleh kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pribadinya. Budiman mengatakan partainya sudah mengidentifikasi kelompok-kelompok mana saja yang kerap menyerang PDIP dan Jokowi dengan isu agama. Berbagai bukti pun telah mereka kumpulkan dan akan dibuka pada waktunya.

    "Kami bukan lahir dari ruangan ber-AC, kami lahir dari lapangan, sudah biasa itu (serangan isu agama)," ujar dia.

    Baca juga: Peneliti Australia Khawatir Isu Agama Digunakan di Pilpres 2019

    Dalam Rapat Koordinasi Nasional PDIP di ICE-BSD, Tangerang, beberapa waktu lalu, kata Budiman, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri membahas hal tersebut. "Kita harus kuat dan jangan menyerah (menghadapi serangan isu agama)," kata Budiman mencontohkan Megawati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe