Rumah Wanita Pengunggah Konten SARA Keluarga Panglima TNI Sepi

Ilustrasi Facebook dan Twitter/ media sosial. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Padang Pariaman- Polisi menangkap pelaku ujaran kebencian dan SARA Siti Sundari Daranila, Jumat, 15 Desember 2017. Perempuan yang berprofesi sebagai dokter itu diduga menghina Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan akun Facebook-nya.

Sundari ditangkap di rumahnya yang terletak di Jalan Raya Padang-Bukittinggi, tepatnya di kawasan Pasar Gelombang Nagari Kayu Tanam, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Rumah berwarna putih itu tampak sepi saat Tempo bertandang, Senin, 18 Desember 2017.

Pantuan Tempo, dua jendela besarnya tertutup tirai. Rumahnya terlihat kosong. Lampu di belakang rumah terlihat menyala. Begitu juga lampu di sisi kiri rumahnya. Kakak Kandung Sundari, Ali Hartono, membenarkan penangkapan adiknya, Jumat pekan lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca: Cuitan Hina Panglima TNI, Nikita Mirzani: Itu Hoax

Sejumlah anggota kepolisian yang didampingi Wali Nagari Kayu Tanam, Harmen Sandri, mendatangi rumahnya. "Polisi memperlihatkan surat perintah. Saat itu dia (Sundari) sedang istirahat di kamar bersama anak-anaknya," ujar Ali.

Menurut dia Sundari diinterogasi sekitar satu jam. Sekitar pukul 11.00 WIB, Sundari dibawa polisi. Ali  ikut mendampingi adiknya ke Jakarta bersama tiga anggota Bareskrim Polri. Mereka berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau, Jumat malam. "Pemeriksaan di Bareskrim dilakukan hingga subuh. Polisi menunjukkan barang bukti berupa postingan di akun Facebooknya," ujar dia.

Wali Nagari Kayu Tanam, Harmen Sandri, membenarkan penangkapan  Siti Sundari. Polisi memintanya untuk mendampingi penangkapan pada Jumat pekan lalu itu. "Beberapa anggota kepolisian dari Bareskrim, Polres Padang Pariaman dan Polsek mendatangi saya sebelum penangkapan sekitar pukul 9.30 WIB. Saya diminta untuk mendampingi dan mengetok pintu rumahnya," ujarnya saat ditemui Tempo di Kantor Wali Nagari Kayu Tanam.

Simak: Dituding Hina Panglima TNI, Nikita Mirzani Minta Maaf

Harmen menuturkan pintu rumah Sundari dibukakan oleh Ali Hartono. Polisi menunjukan surat tugasnya ke keluarga Sundari. Harmen menyebut, pemeriksaan berlangsung hingga satu jam. Kemudian polisi membawa Sundari ke Jakarta. "Dia terlihat shock dan menangis. Kakaknya Ali Hartono ikut mendampingnya ke Jakarta," ujarnya.

Harmen mengaku tidak terlalu mengenal Sundari. Sebab, dia baru pindah ke Kayu Tanam, Padang Pariaman beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, kata dia, rumah yang ditempati Sundari itu merupakan kediaman orang tuanya.

Setelah orang tuanya meninggal, rumah itu sering kosong dan kadang dihuni Ali Hartono. "Baru beberapa bulan dia (Sundari) tinggal di sini. Secara administrasi dia belum tercatat. Data-datanya belum ada sama kami," ujarnya.

Lihat: Hina Kapolri di Facebook, Warga Kendari Ditangkap Polisi

Landa Riani, 24 tahun, tetangganya, mengatakan Sundari sebelumnya tinggal di Jakarta. Ia bersama anak-anaknya baru pindah beberapa bulan terakhir ini. "Si Mbak jarang keluar rumah," ujar Landa.

Polisi menetapkan Sundari sebagai tersangka karena melanggar Undang-Undang ITE. Ia memberikan keterangan foto yang diduga menghina keluarga Panglima TNI Hadi Tjahjanto melalui akun Facebook-nya yang bernama Gusti Sikumbang.

ANDRI EL FARUQI






Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

9 jam lalu

Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

Prabowo menilai TNI memang harus menyesuaikan syarat tinggi badan tersebut dengan kondisi daerah masing-masing dan suku yang berlainan.


Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Taruna, Moeldoko: Prajurit untuk Perang, Bukan Berbaris

13 jam lalu

Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Taruna, Moeldoko: Prajurit untuk Perang, Bukan Berbaris

Moeldoko mendukung langkah Panglima TNi Jenderal Andika Perkasa yang mengubah batas minimal tinggi tubuh calon taruna dan taruni Akmil.


Inilah Syarat Tinggi Badan dan Usia Calon Taruna Terbaru setelah Direvisi

1 hari lalu

Inilah Syarat Tinggi Badan dan Usia Calon Taruna Terbaru setelah Direvisi

Selain tinggi badan, Panglima TNI Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mervisi batas usia calon taruna.


DPR Setujui Anggaran Kementerian Pertahanan Rp 134 Triliun

2 hari lalu

DPR Setujui Anggaran Kementerian Pertahanan Rp 134 Triliun

DPR menyetujui anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada 2023 sebesar Rp 134 triliun dari usulan sebelumnya mencapai Rp 319 Triliun


Panglima TNI Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Calon Taruna: Batasan Usia hingga Tinggi Badan

2 hari lalu

Panglima TNI Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Calon Taruna: Batasan Usia hingga Tinggi Badan

Andika Perkasa merevisi aturan Panglima TNI Nomor 31 Tahun 2020 berkaitan dengan penerimaan calon taruna untuk mengakomodasi kondisi umum remaja


Anggota DPR Sebut Hubungan Andika Perkasa dan Dudung Abdurachman Terlihat Baik

3 hari lalu

Anggota DPR Sebut Hubungan Andika Perkasa dan Dudung Abdurachman Terlihat Baik

Andika Perkasa dan Dudung Abdurachman hadir dalam rapat di Komisi I DPR.


Prabowo Subianto Minta Rapat Bersama Komisi I DPR Digelar Secara Tertutup

3 hari lalu

Prabowo Subianto Minta Rapat Bersama Komisi I DPR Digelar Secara Tertutup

Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, bertanya kepada Prabowo ihwal mekanisme gelaran rapat, Prabowo menghendaki rapat digelar secara tertutup.


Prabowo, Dudung Abdurachman, dan Andika Perkasa Hadiri Rapat Bersama Komisi I DPR

3 hari lalu

Prabowo, Dudung Abdurachman, dan Andika Perkasa Hadiri Rapat Bersama Komisi I DPR

Rapat Komisi I DPR kali ini dihadiri KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, Menhan Prabowo Subianto, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.


Seteru Dua Jenderal

4 hari lalu

Seteru Dua Jenderal

Saat masih jadi perwira menengah TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa dan Jenderal Dudung Abdurachman bersahabat.


Moeldoko soal Dudung vs Effendi: Memang Supremasi Sipil Tak Hargai Institusi Lain?

10 hari lalu

Moeldoko soal Dudung vs Effendi: Memang Supremasi Sipil Tak Hargai Institusi Lain?

Moeldoko pun menilai perintah Dudung dalam rekaman yang tersebar hanya reaksi spontan atas pernyataan Effendi Simbolon.