Antisipasi Banjir 5 Tahunan, Istana Tutup 4 Pintu Air

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto suasana banjir di depan Istana Negara, dari arah Harmoni, Jakarta. Twitter.com/@AriantiZakiah

    Foto suasana banjir di depan Istana Negara, dari arah Harmoni, Jakarta. Twitter.com/@AriantiZakiah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo dipastikan akan lebih banyak bekerja di Istana Bogor dibanding Istana Kepresidenan, Jakarta, selama Desember 2017. Hal tersebut karena ada pekerjaan rehabilitasi jaringan drainase Istana Kepresidenan.

    Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sri Hartoyo mengatakan rehabilitasi tersebut untuk merespons siklus banjir lima tahunan yang akan dimulai lagi tahun depan. Harapannya, jika siklus itu terjadi lagi, Istana bisa aman dari ancaman banjir. "Istana diisolasi dari banjir," ujar Sri kepada Tempo, Selasa, 14 November 2017.

    Baca: Antisipasi Banjir 5 Tahunan, Jokowi Diminta Kerja di Bogor

    Sri menjelaskan, rehabilitasi jaringan drainase yang dimulai sejak Juli 2017 tersebut akan mengisolasi Istana Kepresidenan dari banjir karena diikuti dengan penutupan pintu air. Jadi Istana Kepresidenan tidak lagi menerima limpahan air dari luar. "Hanya menerima air hujan yang turun di atas kompleks Istana Kepresidenan," ucapnya.

    Total, ada empat pintu air di Istana Kepresidenan yang ditutup. Lokasinya, tiga pintu air di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, dan satu lagi di belakang Istana Negara, Jalan Veteran.

    Baca: Tempat Selfie yang Keren kalau Diundang Ke Istana Kepresidenan

    Sri menuturkan pintu air itu sebenarnya untuk membuang air dari dalam Istana Kepresidenan. Namun, karena kawasan di Istana Kepresidenan makin tinggi, pintu air Istana malah menjadi pintu masuk banjir. "Pintu air yang seharusnya untuk membuang air keluar malah menjadi saluran air masuk selama ini," katanya.

    Lalu, bagaimana air akan dibuang? Sri menjelaskan, karena pintu air ditutup, pembuangan air hujan selanjutnya akan difokuskan lewat jalur lain yang terhubung ke Sungai Ciliwung. Air akan dibuang melalui long storage (kolam penampungan panjang) yang panjangnya sekitar 300 meter dengan dimensi 3,5 x 6 meter. Lokasinya berada di sisi kanan Istana Merdeka, tak jauh dari bak penampungan air hujan yang kapasitasnya 250 meter kubik.

    Secara terpisah, Kepala Subbagian Bangunan Biro Umum Sekretariat Kepresidenan Hadi Wirahadikusuma menyatakan penutupan pintu air dan penerapan long storage tak hanya membuat Istana terisolasi dari banjir, tapi juga memastikan Istana tak membebani debit air di Ciliwung. "Long storage yang panjang diharapkan bisa menahan air sampai kondisi di Ciliwung normal kala hujan," ujar Hadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.