Antisipasi Banjir 5 Tahunan, Jokowi Diminta Kerja di Bogor Dulu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan yang tergenang banjir di Depan Istana merdeka, Jakarta, 9 Februari 2015. Sistem drainase yang buruk disertai hujan deras menyebabkan sejumlah kawasan DKI Jakarta tergenang banjir. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Jalan yang tergenang banjir di Depan Istana merdeka, Jakarta, 9 Februari 2015. Sistem drainase yang buruk disertai hujan deras menyebabkan sejumlah kawasan DKI Jakarta tergenang banjir. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo dipastikan akan lebih banyak bekerja di Istana Bogor pada Desember ini. Sebab, Istana Kepresidenan, Jakarta, tengah dibongkar untuk rehabilitasi jaringan drainase untuk mengantisipasi banjir.

    Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sri Hartoyo, yang terlibat dalam rehabilitasi drainase Istana Kepresidenan, menyatakan pemindahan tersebut atas permohonan Kementerian Pekerjaan Umum. Adapun permohonan dikirimkan pekan lalu.

    Baca juga: Inilah Penyebab Banjir di Istana Presiden  

    "Kami minta izin agar Desember ini (Bapak Presiden Joko Widodo) kerja di Bogor dahulu," ujar Sri Hartoyo kepada Tempo dalam wawancara khusus pekan lalu.

    Sri menjelaskan, permohonan itu diajukan karena pelaksana proyek, PT Brantas Abipraya, ingin mengintensifkan rehabilitasi jaringan drainase Istana Kepresidenan agar selesai sesuai dengan target, yakni 31 Desember 2017.

    Jika Presiden Jokowi lebih banyak bekerja di Istana Kepresidenan Desember ini, ditakutkan pelaksanaan rehabilitasi tak bisa intensif. Sebab, pengerjaan jadi harus menyesuaikan dengan rangkaian agenda Istana Kepresidenan.

    "Ibaratnya, kami seperti meminta dispensasi," tutur Sri.

    Hal senada disampaikan Kepala Subbagian Bangunan Biro Umum Sekretariat Istana Kepresidenan Hadi Wirahadikusuma. Ia mengatakan permohonan agar Presiden Jokowi lebih banyak bekerja di Bogor bulan Desember ini adalah untuk kepentingan rehabilitasi drainase. "Presiden Joko Widodo, secara lisan, mengizinkan," katanya.

    Baca juga: Banjir di Istana Surut, Ahok Tetap Semprot PLN

    Rehabilitasi jaringan drainase Istana Kepresidenan dimulai sejak Juli lalu atas usul Kementerian Pekerjaan Umum serta Biro Umum Sekretariat Kepresidenan pada 2016. Jokowi menyetujui proyek tersebut salah satunya dengan pertimbangan siklus banjir lima tahunan akan tiba.

    Istana Kepresidenan beberapa kali dilanda banjir. Terakhir, pada 2013, Istana sampai tergenang air setinggi 50 sentimeter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.