Wasekjen Golkar Heran KPK Sering OTT Kadernya yang Kepala Daerah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (tiga dari kiri) sebelum memulai rapat pleno di DPP Golkar, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta, 11 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (tiga dari kiri) sebelum memulai rapat pleno di DPP Golkar, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta, 11 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Maman Abdurrahman mempertanyakan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi yang sering melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap para kadernya yang menjadi kepala daerah.

    "Sekarang ada yang janggal, pasca Golkar masuk ke pansus dan e-KTP ini, masa ada OTT kepala daerah dari Golkar semua?", kata Maman di Jakarta pada Sabtu, 11 November 2017.

    Baca: Gaya Kolega Setya Novanto di Sidang: Surat Sakit dan Aneka Lupa

    Maman pun menyinggung keberadaan panitia khusus hak angket KPK. Menurut dia, pansus menempatkan KPK sebagai lembaga yang berhak untuk dikritik dan diawasi. Sebab, hal itu untuk membangun KPK ke arah yang lebih baik.

    "Positioning Partai Golkar ini ingin memberikan kritik yang membangun. KPK ini bukan menempatkan diri sebagai institusi penegak hukum tapi penegak hukum yang ke LSM-LSM-an," kata Maman.

    Baca: Khusus Soal Nasib Setya Novanto di Golkar, JK Ogah Komentar Lagi

    Maman menilai upaya pansus hak angket dalam mengkritik KPK dianggap sebagai pelemahan merupakan logika berpikir sesat. "KPK juga harus sadar diri, disadari atau tidak KPK juga punya masalah," ujarnya.

    Anggota DPR ini juga menegaskan KPK harus berhati-hati dalam menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kembali. "Kami Golkar menghormati proses hukum, tapi KPK harus mengedepankan kehati-hatian,” kata Maman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?