JK dan Prediksi Panasnya Pilgub Jatim, Gus Ipul dan Khofifah...

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusuf Kalla. TEMPO/Iqbal Lubis

    Yusuf Kalla. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Timur akan menarik karena bakal calon yang akan maju keduanya adalah kader organisasi terbesar di daerah tersebut yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Terutama persaingan antara Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas dengan Khofifah Indar Parawansa. "Ini menarik. NU sama NU. Jadi nanti persaingannya betul-betul head to head," kata Wapres JK di Jakarta, Selasa 17 Agustus 2017.

    Gus Ipul merupakan kader NU begitu juga dengan Azwar Anas. Sedangkan saingan keduanya yang digadang oleh Partai Golkar, Khofifah Indar Parawansa saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Muslimat NU yang merupakan organisasi perempuan NU.

    Khofifah melalui utusannya diketahui telah mendaftar dalam bursa bakal calon gubernur di Golkar. Namun hingga saat ini Khofifah belum mengajukan surat pengunduran diri dari kabinet.

    Terkait hal tersebut, Wapres yakin jika Presiden Joko Widodo akan merestui Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa keluar dari Kabinet Kerja untuk maju dalam pemilihan gubernur Jawa Timur. "Kalau sudah pasti tentu Presiden akan meloloskan," kata Wapres.

    Wapres mengaku Khofifah sudah sekali berkomunikasi dengannya sejak sebulan lalu terkait rencana pencalonannya sebagai Jatim Satu.

    Terkait dukungan Golkar kepada Khofifah, Wapres JK yang merupakan politisi senior dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Golkar mengaku tidak ingin ikut campur atas pilihan partai berlambang beringin tersebut. "Serahkan kepada rakyat Jatim untuk memilih sendiri yang terbaik," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Sirna dalam 6 Nama Kronologi Pelarian Djoko Tjandra

    Setelah 11 tahun, Djoko Tjandra akhirnya ditangkap di Malaysia. Ada nama Pinangki Sirna Malasari dalam pelarian buron kasus cessie Bangk Bali itu.