Polisi Koboi Tembak Satu Keluarga, 9 Lubang Peluru di Kendaraan

Jum'at, 21 April 2017 | 20:09 WIB
Polisi Koboi Tembak Satu Keluarga, 9 Lubang Peluru di Kendaraan
Kendaraan sedan honda city, korban penembakkan polisi Lubuklingga timur dibawah ke Mapolda Sumsel. TEMPO/Parliza Hendrawan

TEMPO.CO, Palembang - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Agung Budi Martoyo mengatakan kendaraan jenis Honda City yang ditembak anak buahnya di Kota Lubuklinggau pada Selasa lalu, saat ini sudah ada di Markas Polda Sumatera Selatan di Palembang. Agung menjelaskan di kendaraan tersebut ditemukan lubang peluru yang bersumber dari senjata milik brigadier K. “Ada sembilan lubang peluru dengan 8 penumpang di dalamnya,” katanya, Jumat 21 April 2017.

Kendaraan yang dikemudikan Diki atau Gatot Sundari (30 tahun), yang menerobos razia di Jalan Lingkar HM Suharto Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Selatan II, mengalami kerusakan di beberapa tempat. Dari pantauan Tempo, pada bagian pintu bagasi terdapat 4 lubang peluru.

Baca juga: Penembakan Satu Keluarga oleh Aparat, Polres Periksa Bripka K

Selain itu, peluru juga menembus satu dari atas lampu rem sebelah kiri dan satu lainnya dari bagian kaca belakang di sebelah kiri. Sementara di bagian jok penumpang setidaknya terdapat tigallubang peluru yang berasal dari senjata milik brigadier K.


Lubang bekas peluru di bagian belakang mobil korban penembakan polisi di Lubuklinggau. Tempo/Parliza

Sedangkan di bagian luar kendaraan tampak pula penyok dan baret pada bagian pintu penumpang sebelah kanan. Penyok dan baret dalam juga terlihat pada bagian bumper depan. Selain itu kaca jendela penumpang sebelah kanan dan kaca belakang pecah. Saat ini kendaraan tersebut diparkir di depan gedung Reserse Kriminal Umum dengan sebagian bodi kendaraan ditutupi terpal. “Satu lubang di antaranya persis mengenai plat nomornya,” kata petugas yang memperlihatkan kendaraan tersebut.

Direktur Reskrim Umum Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Prastejo Utomo menjelaskan penyok, baret, pada bagian pintu penumpang sebelah kanan itu disebabkan oleh gesekan dengan kendaraan patroli polisi yang mencoba menghentikan laju kendaraan. Sedangkan kaca belakang pecah dikarenakan terkena peluru Brigadir K. Sementara untuk kaca jendela yang juga mengalami pecah disebabkan oleh pukulan senjata petugas.

Simak pula: Penembakan Satu Keluarga di Lubuklinggau,Mabes Polri Turun Tangan

Menurut dia, seluruh temuan tersebut akan dijadikan barang bukti untuk menjerat pelaku yang saat ini telah menjadi tersangka. “Penyok sebelah kanan karena petugas mencoba memepet kendaraan korban,” katanya.

Kendaraan yang dikemudikan Diki pada saat peritiwa terjadi tengah menuju kediaman kerabat mereka di Musi Rawas. Diki ketika itu membawa 7 penumpang termasuk korban meninggal, Surini, 54 tahun.

PARLIZA HENDRAWAN

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan