Dalih Petinggi DPR Soal Kenaikan Anggaran Kerja ke Luar Negeri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Wakil Ketua KPK, Zulkarnaen memberi keterangan usai melakukan rapat konsultasi di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 23 Juni 2015.TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Wakil Ketua KPK, Zulkarnaen memberi keterangan usai melakukan rapat konsultasi di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 23 Juni 2015.TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan rencana kenaikan anggaran kunjungan luar negeri DPR RI tahun anggaran 2018 didasari acuan kurs dolar Amerika Serikat. Kenaikan tersebut, menurut Taufik, menyesuaikan dengan draf usulan kenaikan dolar yang diajukan pemerintah.

    "Bobotnya lebih mengarah pada acuan kurs dari dolar. Menyesuaikan nilai kurs draf yang diajukan ke pemerintah. Ini salah satu ke sana," kata Taufik saat ditemui setelah memimpin rapat paripurna DPR di Gedung Nusantara II, kompleks DPR RI pada Kamis, 31 Agustus 2017.
    Baca: DPR Anggarkan Kunjungan Luar Negeri Rp 343,5 Miliar pada 2018

    Sebelumnya, DPR RI berencana menaikkan anggaran kunjungan luar negeri mereka. Rencana itu tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018. 

    Jika dihitung-hitung, kenaikan dana tersebut mencapai 70 persen menjadi total Rp 343,5 miliar pada 2018 dari tahun ini sejumlah Rp 201,7 miliar.
    Lihat: BURT DPR Akan ke Jerman, Berikut Tujuan dan Perkiraan Biayanya.

    Taufik menyebut kenaikan ini sesuai dengan rapat pleno yang dilakukan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR. Selain itu, menurut Taufik, kenaikan anggaran itu nantinya akan difokuskan pada peningkatan kinerja dan diplomasi parlemen. "Untuk dinamisasinya di BURT, tentunya nanti kawan-kawan bisa menanyakan langsung, ya. Secara teknis dinamika yang terjadi itu seperti apa," kata politikus dari Fraksi PAN ini.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.