Puluhan Kambing di Gunung Kidul Mati Diserang Anjing Liar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor kambing melintas di antara tumbuhan bakau di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Seekor kambing melintas di antara tumbuhan bakau di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Gunung Kidull - Dalam beberapa minggu terakhir, sebanyak 28 ekor kambing di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mati. Diduga kambing-kambing milik warga setempat itu mati karena diserang anjing liar yang tinggal di gua-gua perbukitan.

    Setiap musim kemarau, anjing liar selalu memangsa hewan ternak milik warga. Anjing-anjing liar itu turun ke kampung lantaran kehabisan makanan dan kehausan akibat kekeringan. "Serangan hewan liar terjadi di tiga dusun, yaitu Dusun Danggolo, Duwet, dan Sureng. Terjadi dalam rentang waktu tiga minggu ini," kata Kepala Desa Purwodadi, Sucipto, Selasa, 22 Agustus 2017.

    Baca: Heboh, Anak Kambing Berwajah Iblis Lahir di Argentina

    Rencananya, kata dia, warga akan memburu anjing liar itu. Tujuannya supaya tidak menggangu dan memangsa ternak milik penduduk. Untuk mengantisipasi supaya tidak diserang anjing liar, warga sudah mulai membuat kandang yang rapat. Selain itu, pada siang hari binatang ternak tidak dilepaskan begitu saja untuk mencari rumput.

    Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul Suseno Budi menyatakan setiap musim kemarau daerah perbukitan di Tepus sering terjadi kekeringan. Hewan-hewan liar sering menyerang daerah permukiman yang ada ternaknya, terutama kambing. "Kami meminta supaya kandang tidak terlalu jauh dari rumah, juga harus rapat. Sementata baru ada laporan dari Purwodadi," kata dia.

    Simak: Pelajar SMA Mencuri Kambing, Babak Belur Diamuk Warga Sekampung

    Aktivis dari Animal Friends Jogja, Angelina Pane, mengatakan anjing-anjing liar itu sebenarnya adalah anjing milik para pemburu yang ditinggalkan begitu saja. Sehingga beranak-pinak dan tinggal di gua-gua di perbukitan.

    "Itu awalnya anjing milik para pemburu yang ditinggal begitu saja. Lalu peranak-pinak. Seharusnya para pemilik tidak begitu saja meninggalkan anjingnya," kata dia. Pihaknya dapat membantu dengan melakukan sterilisasi terhadap anjing liar sehingga tidak beranak-pinak lagi.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.