Pengamat Sebut Pertemuan SBY dan Prabowo Baru Penjajakan Koalisi

Reporter

Prabowo Subianto salami Presiden SBY sambil tertawa dalam acara open house di Istana Negara, Jakarta, 28 Juli 2014. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Cikeas, Bogor, nanti malam, terlalu dini jika disimpulkan bakal berakhir dengan kesepakatan koalisi.

Ia meyakini, dalam pertemuan itu, keduanya akan membahas soal koalisi menjelang Pemilihan Umum 2019. "Ini bisa dibaca sebagai penjajakan awal. Saling membahas sinyal politik lah dalam merespons UU Pemilu,” kata Hanta Yuda saat dihubungi, Kamis, 27 Juli 2017.

Baca: Prabowo Temui SBY Hari Ini, Gerindra: Bahas UU dan Pemilu 2019

SBY dan Prabowo rencananya akan bertemu untuk membahas sikap partai terhadap Undang-Undang tentang Pemilihan Umum yang baru disahkan pekan lalu. Demokrat dan Gerindra bersama PAN dan PKS menolak penggunaan presidential threshold dalam pelaksanaan pemilu serentak nanti.

Menurut Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari, pertemuan tersebut diinisiasi oleh Prabowo. "Pertemuan ini sebagai respons positif atas permintaan Ketua Umum Gerindra Prabowo untuk bertemu seusai ketok palu UU Pemilu pada sidang paripurna DPR pekan lalu," kata Imelda, Kamis, 27 Juli.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengungkapkan, bahwa kedua elite partai ini juga akan membahas soal rencana koalisi menjelang pemilihan presiden 2019. "RUU Pemilu agenda intinya, tapi mungkin bicara rencana ke depan. Tahun 2019 kan sudah dekat," kata dia saat dihubungi.

Baca juga: SBY Bertemu Prabowo, Jokowi: Pertemuan Kan Baik-Baik Saja

Hanta menilai kedua partai tersebut masih berkemungkinan untuk berkoalisi. Peluangnya terlihat dari sisi kedekatan partai. Ia mencatat pada 2014, Prabowo bertarung dengan kubu Joko Widodo. Sedangkan, Demokrat cenderung berperan menjadi penyeimbang. Di Dewan Perwakilan Rakyat, kedua partai sama-sama menolak UU Pemilu.

Dari sisi teknis, Hanta menambahkan, kedua partai itu juga berpotensi untuk berkoalisi. Jika UU Pemilu tidak dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, Demokrat dan Gerindra harus memenuhi ketentuan ambang batas pencalonan presiden atau presidensial threshold sebesar 20 atau 25 persen. Menurut dia, Demokrat tidak ada pilihan lain kecuali bergabung dengan partai lain.

Ia melanjutkan, pilihan koalisi tergantung kepada porosnya. Tokoh dengan elektabilitas tinggi berpotensi membentuk poros. Berdasarkan survei terakhir, Joko Widodo dan Prabowo termasuk figur yang memiliki elektabilitas tinggi. Meski demikian, peluang koalisi tersebut masih 50:50. Walaupun dekat, kedua partai belum pernah bersatu sebelumnya. "Lagi pula, politik di Indonesia itu last minute. Kondisi saat ini masih terlalu dini," katanya.
 
VINDRY FLORENTIN






Koalisi Partai Politik, Apa Tujuan dan Pengaruhnya?

1 hari lalu

Koalisi Partai Politik, Apa Tujuan dan Pengaruhnya?

Pembentukan koalisi partai politik dilakukan dengan segala pertimbangan politis


Soal Pilpres 2024, Anies Baswedan: Biarkan Partai Bentuk Koalisi

12 hari lalu

Soal Pilpres 2024, Anies Baswedan: Biarkan Partai Bentuk Koalisi

"Kalau ada yang mengusung, kami lihat. Kami tunggu nanti," kata Anies Baswedan ihwal kesiapannya maju di Pilpres 2024


Ini Alasan Megawati Sebut Istilah Koalisi Partai Rancu

13 hari lalu

Ini Alasan Megawati Sebut Istilah Koalisi Partai Rancu

Menurut Megawati, sistem politik yang dipakai di Indonesia tidak memungkinkan membuat adanya koalisi parpol.


Pakar: Anies Baswedan Harus Punya Elektabilitas Tinggi Untuk Dapat Dukungan Partai Koalisi

32 hari lalu

Pakar: Anies Baswedan Harus Punya Elektabilitas Tinggi Untuk Dapat Dukungan Partai Koalisi

Hingga saat ini belum terlihat Anies Baswedan akan bergabung dengan koalisi partai politik mana pun.


Serba-serbi Partai Politik: 5 Fungsi Parpol dalam Negara Demokrasi

36 hari lalu

Serba-serbi Partai Politik: 5 Fungsi Parpol dalam Negara Demokrasi

Partai politik merupakan sebuah lambang organisasi yang dibuat sekelompok orang untuk mencapai kepentingan bersama. Lantas bagaiman fungsi partai politik dalam negara demokrasi?


Apa itu Partai Politik, Fungsi dan Perannya dalam Sistem Politik

36 hari lalu

Apa itu Partai Politik, Fungsi dan Perannya dalam Sistem Politik

Anggota partai politik umumnya memiliki gagasan yang sama tentang politik dan partai dapat mempromosikan tujuan ideologis atau kebijakan tertentu.


Hiruk-pikuk Safari dan Koalisi Partai Politik: Ketahui Fungsi Koalisi dalam Berbagai Sistem

36 hari lalu

Hiruk-pikuk Safari dan Koalisi Partai Politik: Ketahui Fungsi Koalisi dalam Berbagai Sistem

Mereka yang menjadi oposisi adalah satu atau gabungan partai yang memiliki posisi di luar koalisi pemerintah dalam periode tertentu.


Partai Politik Baru Berbondong Daftar Pemilu 2024, Bagaimana Mendirikan Parpol?

57 hari lalu

Partai Politik Baru Berbondong Daftar Pemilu 2024, Bagaimana Mendirikan Parpol?

Sebagai salah satu wadah aspirasi rakyat, keberadaan partai politik tentu saja dalam iklim perpolitikan di Indonesia.


Tak akan Batasi Komunikasi dengan PDIP, Nasdem Butuh Partai Lain di Pilpres 2024

59 hari lalu

Tak akan Batasi Komunikasi dengan PDIP, Nasdem Butuh Partai Lain di Pilpres 2024

Ali mengklaim, NasDem tidak memiliki masalah apapun dengan PDIP.


PDIP Bakal Pamerkan Prestasi Jokowi untuk Pemilu 2024

1 Agustus 2022

PDIP Bakal Pamerkan Prestasi Jokowi untuk Pemilu 2024

Hasto menyebut PDIP juga bakal koalisi dengan partai lain untuk memenangkan Pemilu 2024. Tak akan diumumkan saat ini.