PAN Absen di Rapat Koalisi, Presiden Jokowi Sebut Soal Undangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersiap memimpin rapat terbatas tentang perkembangan implementasi program pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, 25 Juli 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi bersiap memimpin rapat terbatas tentang perkembangan implementasi program pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, 25 Juli 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi enggan mengungkapkan detail kenapa Partai Amanat Nasional (PAN) bisa tak hadir dalam pertemuan partai koalisi di Istana Kepresidenan beberapa hari lalu. Kepada awak media, ia beralasan PAN bisa saja tidak menerima undangan.

    "Bisa saja disebut enggak sampai undangannya. Tapi itu kan bukan dari saya undangannya," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu, 26 Juli 2017.
    Baca: 
    Hanafi Tanggapi Pernyataan Amien Rais Soal Reshuffle Kabinet

    Kalla: PAN yang Bisa Menarik Menteri, Bukan Amien Rais 

    Pada Senin, 23 Juli 2017, partai-partai koalisi diundang ke Istana Kepresidenan untuk membahas sejumlah kebijakan inisiatif pemerintah bersama Presiden Joko Widodo. Namun PAN menjadi satu-satunya partai di barisan koalisi pemerintah yang tak hadir di pertemuan tersebut.

    Pihak PAN mengklaim tak menerima undangan alias tak diundang. Dan mereka tak tahu apa alasannya. Meski begitu, pihak PAN mengatakan tidak bisa memaksa pemerintah mengundang mereka jika mereka tak dikehendaki hadir.

    PAN sendiri saat ini tengah menjadi sorotan di koalisi pemerintah karena beberapa kali malah berseberangan jalan. Misalnya, dalam sidang paripurna DPR terkait dengan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu, mereka malah walk out, bukannya ikut mendukung inisiatif pemerintah. 

    Pembangkangan tersebut memunculkan isu PAN akan didepak dan kadernya dikeluarkan dari kabinet.
    Simak juga: 
    Mengapa PAN Absen dalam Pertemuan Koalisi Partai di Istana?
    Diminta Amien Rais Berhenti Jadi Menteri, Ini Kata Asman Abnur 

    Jokowi berdalih tak memiliki niat tidak mengundang PAN. Ia berkata, sejauh yang ia tahu, semua partai koalisi seharusnya diundang. Bagaimana PAN sampai tak ada, kata dia, itu di luar kendalinya. 

    "Saya enggak ngerti, itu kan teknis. Mungkin di Mensesneg atau di ketua kelasnya. Yang mengundang kan bukan saya," ujar Jokowi yang mengklaim masih berhubungan baik dengan PAN. Lalu apakah pertemuan parpol dua hari lalu juga membahas potensi perubahan susunan partai koalisi atau perombakan kabinet, Jokowi menyatakan hal itu tidak disinggung. 

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga