Komnas HAM: Tindak Pidana Luar Biasa Teror Kepada Novel Baswedan

Reporter

Sejumlah aktifis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membawa topeng foto Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, 12 April 2017. Mereka meminta KPK dan aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan didepan kediamannya dikawasan Kelapa Gading, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini genap 55 hari sejak dua orang tak dikenal menyiram wajah Novel Baswedan dengan air keras ketika penyidik KPK tersebut pulang salat subuh di Masjid Al Ihsan dekat rumahnya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa pagi, 11 April lalu. Akibat serangan tersebut, kedua mata Novel terluka dan harus dioperasi di rumah sakit mata di Singapura.

Selama itu pula, penyelidikan oleh tim gabungan Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Kepolisian Resor Jakarta Utara belum membuahkan hasil terhadap pengungkapan pelaku teror kepada Novel Baswedan. Sebanyak 52 orang telah dimintai keterangan. Tiga orang lainnya sempat dicurigai sebagai pelaku, namun akhirnya dibebaskan dengan alasan mereka “memiliki alibi yang didukung bukti kuat.”

Baca juga:

Komnas HAM: Teror Novel Baswedan Terencana dan Ada Konspirasi
Pembentukan Tim Independen Kasus Novel, Kapolri: Belum Diperlukan  

Menurut Ketua Tim dari Subkomisi Pemantauan Komnas HAM, Maneger Nasution, sebenarnya telah dua kali memohon audiensi dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya. “Kami sudah kirim undangan dua kali tapi belum ada respons,” ujar dia. Dia berharap hasil pertemuan dengan KPK hari ini, Senin, 5 Mei 2017 akan melengkapi laporan tim untuk dipaparkan dalam rapat paripurna Komnas HAM. “Kami harapkan hasil akhirnya adalah pembentukan tim pencari fakta gabungan.”

“Ini kasus tindak pidana luar biasa. Ada konspirasi di baliknya,” kata Maneger kepada Tempo, kemarin. “Kalau kasus biasa pasti mudah dicari (pelakunya).”

Baca pula:
Ini Daftar Kasus Besar yang Ditangani Novel Baswedan


Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel, Apa Langkahnya?  

Sejumlah lembaga non-pemerintah yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK juga menilai banyak kejanggalan dalam penyelidikan Kepolisian. Selain terkesan hanya menangkap lalu membebaskan sejumlah orang yang dicurigai, polisi juga dituding tak transparan, seperti dalam mengolah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah Novel dan hasil uji sidik jari di cangkir kaleng blirik yang diduga dipakai para pelaku untuk menyiramkan air keras ke wajah Novel.

Silakan baca:

ICW: Polisi Lamban Mengungkap Kasus Penyerangan Novel Baswedan
Wakil Ketua KPK: Tim Independen Kasus Novel Baswedan Belum Perlu  

Anggota Koalisi dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama S. Langkun, memastikan timnya akan mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo pekan ini. “Kami mendesak agar dibentuk tim independen, gabungan Polri, lembaga lain, dan orang-orang yang kredibel agar penyelidikan kasus ini (teror terhadap Novel Baswedan)lebih terbuka dan tuntas,” kata Tama.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan pihaknya belum mendapat informasi mengenai undangan Komnas HAM. “Kami lihat dulu isi suratnya,” kata dia, Jumat lalu. Dia pun menampik tudingan bahwa polisi tak serius menyelidiki kasus ini.

TIM TEMPO

Simak:

Alasan Polisi Belum Bisa Mengungkap Penyerang Novel Baswedan






Tersangka Penganiayaan 3 Bocah di Musala di Tebet Ditahan, Kesal Anaknya Dipukuli

6 jam lalu

Tersangka Penganiayaan 3 Bocah di Musala di Tebet Ditahan, Kesal Anaknya Dipukuli

AKP Nurma Dewi mengatakan pihaknya telah menetapkan F, 51 tahun sebagai tersangka penganiayaan 3 bocah di musala kawasan Tebet, Jakarta Selatan.


Anggota TNI Disebut-sebut Terlibat Penganiayaan Karyawan Karaoke di Boyolali

23 jam lalu

Anggota TNI Disebut-sebut Terlibat Penganiayaan Karyawan Karaoke di Boyolali

Akibat penganiayaan itu, 6 orang karyawan mengalami luka-luka. Dua di antaranya perempuan yang merupakan kasir.


Viral Video Nenek Dianiaya Pelajar di Sumut, Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka

2 hari lalu

Viral Video Nenek Dianiaya Pelajar di Sumut, Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka

Dalam video, nenek dianiaya dengan tendangan dan pemukulan benda tumpul. Hingga saat ini, polisi belum menahan kedua tersangka.


Prajurit Tewas Diduga Alami Kekerasan di Makoopsud III Biak, TNI AU Tahan 4 Anggota

3 hari lalu

Prajurit Tewas Diduga Alami Kekerasan di Makoopsud III Biak, TNI AU Tahan 4 Anggota

TNI AU telah menahan empat orang prajurit untuk mendalami dugaan kekerasan yang menewaskan Prada Muhammad Indra Wijaya di Makoopsud III, Biak


Prajurit Meninggal Misterius di Makoopsud III Biak, TNI AU Lakukan Pendalaman

4 hari lalu

Prajurit Meninggal Misterius di Makoopsud III Biak, TNI AU Lakukan Pendalaman

Satpom Koopsud III TNI AU Biak, Papua mendalami dugaan kasus kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya seorang prajurit.


Anak Kombes Dilaporkan ke Polisi dalam Kasus Penganiayaan, Korban Anak-anak, Memar

6 hari lalu

Anak Kombes Dilaporkan ke Polisi dalam Kasus Penganiayaan, Korban Anak-anak, Memar

Anak Kombes dilaporkan dengan pasal tentang perlindungan anak dalam kasus penganiayaan.


Dugaan Pemukulan Anak Kombes ke Teman Bimbel, Polisi Periksa Saksi

8 hari lalu

Dugaan Pemukulan Anak Kombes ke Teman Bimbel, Polisi Periksa Saksi

Seorang remaja yang mengaku anak Kombes diduga memukul rekan bimbelnya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).


Setelah Jalani Operasi Mata Kanan di India, Novel Baswedan: Alhamdulillah, Berangsur Membaik

10 hari lalu

Setelah Jalani Operasi Mata Kanan di India, Novel Baswedan: Alhamdulillah, Berangsur Membaik

Eks penyidik senior KPk, Novel Baswedan Oktober lalu menjalani operasi mata kanan di India. Begini kondisinya saat ini.


40 Hari Tragedi Kanjuruhan dalam Catatan Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan

11 hari lalu

40 Hari Tragedi Kanjuruhan dalam Catatan Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan

Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan berbincang soal beberapa hal usai 40 hari peristiwa Tragedi Kanjuruhan. Ada 3 hal mutakhir.


Kapolsek Pinang Tangerang Dimutasi ke Yanma Polda Metro Jaya

11 hari lalu

Kapolsek Pinang Tangerang Dimutasi ke Yanma Polda Metro Jaya

Kapolres Metro Tangerang memastikan perkara yang menimpa Kapolsek Pinang Iptu Tafril sudah ditangani Popam Polda Metro Jaya.