Polisi Masih Mengembangkan Dugaan Makar Tokoh Minahasa Merdeka  

Reporter

TEMPO/Budi Yanto

TEMPO.CO, Manado - Polisi mengantongi sejumlah bukti sebelum menangkap RO alias Rocky, jurnalis televisi di Kota Manado, dalam perkara pemufakatan jahat dan makar, Jumat malam, 2 Juni 2017.

Bukti-bukti itu antara lain bendera Minahasa Land, posting-an tentang referendum dan sejumlah kegiatan yang mengajak masyarakat adat Minahasa mendukung referendum Minahasa Merdeka atau Minahasa Land.

Dalam salah satu posting-an di media sosial, deklarasi Minahasa Land terkait dengan gerakan Papua Merdeka. Sebab Ketua Konfederasi Mahasiswa Papua Merdeka, Hizkia, hadir saat deklarasi tersebut.

Baca: Polisi Tangkap Jurnalis Televisi di Manado dengan Tuduhan Makar

Hizkia sendiri berstatus tersangka kasus dugaan makar. Pada akhir Desember 2016, polisi menangkap Hizkia bersama beberapa mahasiswa Papua di Kota Manado karena berunjuk rasa sembari membawa atribut bendera bintang kejora. Hizkia masih menempuh upaya praperadilan.

Posting-an foto Rocky bersama Hizkia, selain memegang bendera Minahasa Land, dibubuhi caption Minahasa Land Merdeka, West Papua Merdeka.

Rocky ditangkap aparat Polda Sulawesi Utara dan Kodam XIII/Merdeka di Perumahan Labuan Indah Blok B Nomor 2, Kelurahan Manembo-nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Dia diciduk setelah terbit surat perintah penangkapan Nomor: Sp.Kap/17/ VI/2017/Dit Reskrimum, tertanggal 2 Juni 2017. Polisi menjerat Rocky dengan Pasal 110 KUHP dan 106 KUHP.

Simak: Polisi Punya Bukti Dugaan Makar Jurnalis TV di Manado, Apa Saja?

Penangkapan dilakukan setelah polisi meningkatkan kasusnya menjadi penyidikan pada 1 Juni 2017. Ketika itu di Perpustakaan Minahasa AZR Wenas, Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, sedang berlangsung kegiatan dialog publik. Saat jeda istirahat Rocky bersama dua rekannya meminta waktu untuk memperkenalkan diri sebagai perwakilan gerakan grup Minahasa Land.

Grup Minahasa Land yang terdiri atas Rocky Oroh dari Bitung, Alfis Sumilat, serta satu rekannya seorang perempuan yang tidak memperkenalkan diri, meminta dukungan kepada Majelis Adat Minahasa terhadap referendum Minahasa Merdeka.

Lihat: Kapolri Tito: Penyidik Kasus Dugaan Makar Kantongi Sejumlah Bukti

"Mereka telah melakukan aksi referendum Minahasa Merdeka pada 1 Desember 2016 dan dilanjutkan 15 Desember 2016 di depan kantor gubernur. Tujuannya untuk mempertegas eksistensi orang Minahasa atas kejadian selama ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Utara Komisaris Besar Ibrahim Tompo, Sabtu, 3 Juni 2017.

Menurut Tompo, Rocky mengatakan bahwa saat ini Minahasa Land sedang bergerak, dengan menggelar aksi meminta referendum dengan pengumpulan identitas untuk disampaikan kepada Presiden, MPR, DPD, dan DPR.

ISA ANSHAR JUSUF






Eksotika 5 Destinasi Wisata Alam di Kota Manado

28 hari lalu

Eksotika 5 Destinasi Wisata Alam di Kota Manado

Terletak di Teluk Manado, Kota Manado dikelilingi pegunungan dan pesisir pantai. Tak heran bila Kota Manado memiliki banyak destinasi wisata alam.


Deretan 5 Kuliner Khas Kota Manado dengan Sambal Menggugah Selera

29 hari lalu

Deretan 5 Kuliner Khas Kota Manado dengan Sambal Menggugah Selera

Di samping kekayaan wisata alamnya, Kota Manado turut menyajikan berbagai jenis kuliner yang khas menggugah selera.


5 Keunikan Kota Manado

29 hari lalu

5 Keunikan Kota Manado

Kota Manado merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kota ini memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa.


Mabes Polri: Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

7 Juni 2022

Mabes Polri: Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Baraja ditangkap di Lampung oleh tim Polda Metro Jaya.


3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Dugaan Makar

7 Juni 2022

3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Dugaan Makar

Polda Jawa Tengah menjerat tiga pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin yang bertanggung jawab atas pembagian pamflet pendirian khilafah.


Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara Indonesia, Siapa Dia?

3 Juni 2022

Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara Indonesia, Siapa Dia?

Sultan Hamid II perancang lambang negara Indonesia. Pada akhir kisah hidupnya, ia pernah dituduh makar dan dianggap bersekongkol dengan Westerling.


Dilaporkan karena Kasus Makar, LBH Bali Anggap Bentuk Kriminalisasi

5 Agustus 2021

Dilaporkan karena Kasus Makar, LBH Bali Anggap Bentuk Kriminalisasi

Dituding makar, Direktris Lembaga Bantuan Hukum Bali Ni Kadek Vany Primaliraning menganggap pelapornya tak paham tugas advokat.


Direktur LBH Bali dan 4 Mahasiswa Papua Dituduh Makar, Amnesty: Tak Berdasar

4 Agustus 2021

Direktur LBH Bali dan 4 Mahasiswa Papua Dituduh Makar, Amnesty: Tak Berdasar

Amnesty International Indonesia mengkritik pelaporan terhadap Direktur LBH Bali, Ni Kadek Vany Primaliraning dan empat mahasiswa Papua ke polisi


Rachmawati Soekarnoputri: Pernah Dituduh Makar Sampai Sebut MPR Macan Ompong

3 Juli 2021

Rachmawati Soekarnoputri: Pernah Dituduh Makar Sampai Sebut MPR Macan Ompong

Rachmawati Soekarnoputri pernah dituduh akan melakukan makar karena ingin mengembalikan UUD 1945 ke naskah asli,


Dianggap Mengancam Yordania, Ini 5 Fakta Soal Pangeran Hamzah Bin Hussein

5 April 2021

Dianggap Mengancam Yordania, Ini 5 Fakta Soal Pangeran Hamzah Bin Hussein

Hamzah bin Hussein menjadi sorotan internasional. Raja Abdullah II menangkap dan menjadikannya tahanan rumah, dianggap mengancam keamanan Yordania.