Sidang E-KTP, Andi Narogong Ungkap Hubungan dengan Setya Novanto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong keluar seusai pemeriksaan di KPK, 24 Maret 2017. Tempo/Danang F.

    Tersangka korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong keluar seusai pemeriksaan di KPK, 24 Maret 2017. Tempo/Danang F.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Andi Agustinus alias Andi Narogong menjelaskan hubungannya dengan Ketua DPR Setya Novanto dalam sidang e-KTP  yang digelar hari ini, Senin, 29 Mei 2017. Andi diduga kuat melobi Setya Novanto agar proyek senilai Rp 5,9 triliun itu lolos dalam pembahasan anggaran di DPR.

    Andi Narogong mengatakan pertemuannya dengan Setya Novanto terjadi pada 2009. Kala itu, ada seseorang bernama Herman yang datang ke kantornya dan mengatakan bahwa Partai Golkar butuh atribut kampanye. "Lalu saya dibawa ke Tee Box," kata Andi Narogong di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 29 Mei 2017.

    Baca juga: Setya Novanto Dicekal, KPK: Dia Saksi Penting untuk Andi Narogong

    Andi Narogong mengaku tidak tahu apakah Herman berasal dari Partai Golkar. Namun, kata dia, Herman terlihat cukup dekat dengan Setya Novanto.

    Pertemuan di Tee Box Cafe & Resto milik Setya Novanto di kawasan Dharmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu Andi Narogong mengaku hanya membahas soal atribut kampanye Partai Golkar dengan Setya. Selanjutnya ia kembali bertemu dengan Setya di Tee Box untuk urusan kaos partai. Selain itu, ia mengatakan tidak pernah bertemu dengan Setya Novanto.

    "Grand Melia?" kata Jaksa Penuntut Umum dari KPK Abdul Basir bertanya kepada Andi Narogong. "Tidak pernah bertemu," jawab Andi Narogong.

    Simak pula: Sidang E-KTP, Setya Novanto: Saya Tak Kenal Dekat Andi Narogong

    Pertemuan di Hotel Grand Melia yang dimaksud adalah pertemuan yang melibatkan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini pada Februari 2010. Pada sidang sebelumnya, Diah mengatakan pertemuan itu dilakukan untuk meminta dukungan Setya Novantoterhadap proyek e-KTP. Menurut Diah, pertemuan yang berlangsung singkat itu juga dihadiri oleh Irman, Sugiharto, Setya Novanto, dan Andi Agustinus.

    Selain itu, Andi juga membantah bahwa ia kerap wira wiri di Gedung DPR. Ia mengatakan hanya dua kali ke DPR untuk urusan kebun kelapa sawit dengan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ignatius Mulyono dan urusan atribut kampanye dengan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Mustokoweni Murdi. Kini, kedua bekas anggota Komisi Pemerintah DPR periode 2009-2014 itu sudah meninggal dunia.

    "Pernah ikut makan siang di lantai 12 ruang fraksi Golkar?" kata Jaksa Abdul Basir kepada Andi Narogong. "Tidak," kata Andi menjawab Abdul Basir.

    Video Terkait:
    Sidang E-KTP, Setya Novanto: Saya Tak Kenal Dekat Andi Narogong
    Setya Novanto: Saya Tidak Terima Dana Itu

    "Jadi yang dilihat saksi-saksi kemarin siapa?" tanya Jaksa Abdul Basir lagi. Beberapa saksi sidang sebelumnya mengatakan kerap bertemu dengan Andi Narogong di DPR. Bahkan beberapa di antaranya mengatakan bahwa Andi adalah orang dekat Setya Novanto. Namun, Andi membantahnya. "Tidak, Pak," katanya.

    Jawaban-jawaban Andi Narogong ini sama persis dengan jawaban Setya Novanto saat bersaksi di sidang kasus korupsi proyek e-KTP ini pada Kamis, 6 April 2017. Setya Novanto menegaskan bahwa pertemuannya dengan Andi Narogong hanya terjadi dua kali kala Andi menawarkan kaus partai untuk kampanye. "Saya tidak kenal dekat," kata Setya Novanto.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.