Polisi Tetapkan Dua Staf Rutan Pekanbaru Jadi Tersangka Pungli  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kepolisian Polda Riau membawa salah satu orang tahanan yang berhasil kembali ditangkap usai melarikan diri dari Rutan Sialang Bungkuk Kelas IIB Pekanbaru, Riau, 6 Mei 2017. Akibat kerusuhan kemarin, ratusan tahanan melarikan diri. ANTARA/Rony Muharrman

    Petugas Kepolisian Polda Riau membawa salah satu orang tahanan yang berhasil kembali ditangkap usai melarikan diri dari Rutan Sialang Bungkuk Kelas IIB Pekanbaru, Riau, 6 Mei 2017. Akibat kerusuhan kemarin, ratusan tahanan melarikan diri. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menetapkan dua orang tersangka dugaan pelaku pungutan liar atau pungli di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

    "Hasil penyidikan sejak Jumat (12 Mei 2017), kami tetapkan dua tersangka kasus dugaan pungli di Rutan Pekanbaru yakni LR dan MK. Keduanya adalah staf yang ada di rutan sebagai staf pengamanan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Polisi Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Jumat, 19 Mei 2017.

    Baca: Kasus Pungli di Rutan Pekanbaru, Polisi Periksa 20 Saksi

    Guntur mengatakan keduanya diduga menerima secara langsung uang tunai dan melalui transfer, yang nilainya mencapai jutaan rupiah. Transfer tersebut diberikan kepada dua tersangka untuk bisa dipindah blok dari Blok C ke Blok A.

    Selanjutnya polisi akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kedua tersangka tersebut. Dalam pemeriksaan berikutnya, kedua tersangka itu akan didampingi kuasa hukumnya.

    Untuk tersangka lain, Guntur mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut, termasuk peran kepala rutan. "Ini apakah diketahui oleh karutan masih akan didalami. Yang sudah diperiksa sebanyak 22 saksi dari petugas rutan, napi dan keluarga tahanan," tuturnya.

    Baca: Buntut Napi Pekanbaru Kabur, Begini Pungli yang Terendus

    LR dan MK dikenai Pasal 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda minimal Rp 250 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

    Menurut Guntur, polisi saat ini fokus pada perkara pungli. Nantinya, kata dia, ada kemungkinan mengarah ke tindak pidana pencucian uang.

    Pemeriksaan kasus pungli Rutan Pekanbaru masih berlanjut di gedung Ditreskrimsus Polda Riau di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru. Guntur mengatahan pihaknya belum mengetahui apakah kedua tersangka akan langsung ditahan ataupun tidak.

    ANTARA

    Video Terkait: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Praktek Pungli di Rutan Pekanbaru




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.