Ridwan Kamil Terima Pinangan NasDem, Gerindra: Kami Tak Sakit Hati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil berpose dengan sepedanya di ruang Bandung Command Centre, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil berpose dengan sepedanya di ruang Bandung Command Centre, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - DPD Partai Gerindra Jawa Barat menyatakan tidak marah atau merasa sakit hati dengan sikap Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil yang menerima pinangan Partai NasDem untuk menjadi kandidat dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

    "Gerindra tidak marah kepada Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil), itu haknya. Tapi ini kan soal etika yang harus diperhatikan oleh yang bersangkutan," kata Bucky Wikagoe di sela jumpa pers Rapimda Partai Gerindra Jawa Barat di Bandung, Rabu malam, 26 April 2017.

    Baca: Pilkada Jawa Barat, Giliran Ridwan Kamil Diserang Isu Agama

    Partai Gerindra menilai Ridwan Kamil telah menyalahi etika politik terkait dengan langkahnya yang menerima pinangan Partai NasDem. Partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut telah memberikan dukungan penuh kepada Ridwan Kamil dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2013, kemudian mengantarkannya menjadi pemenang dalam pesta demokrasi tersebut.

    "Coba bayangkan pada Februari lalu Pak Ridwan Kamil mengakui perahunya Gerindra dan tidak akan pernah melupakan Gerindra, bahkan mempersilakan Gerindra mengklaim keberhasilannya," tutur Bucky.

    Baca: Pilgub Jabar, Gerindra Ogah Dukung Ridwan Kamil Sebab Beda Tujuan

    Pernyataan tersebut, kata dia, dilontarkan Ridwan Kamil saat menghadiri ulang tahun Gerindra di kantor DPD Partai Gerindra Jawa Barat pada Februari 2017. "Namun tiba-tiba beliau menerima pinangan untuk dideklarasikan, bahkan hadir dalam deklarasi Partai NasDem," kata Bucky.

    Pada dasarnya, menurut dia, DPD Partai Gerindra Jawa Barat tidak akan mempermasalahkan jika waktu itu Ridwan Kamil tidak hadir dalam deklarasi tersebut. "Kalau pengakuannya Pak Ridwan Kamil tidak enak kalau tidak menghadiri deklarasi itu, seharusnya beliau juga merasa tidak enak kepada Partai Gerindra," ujarnya.

    Menurut Bucky, keputusan Ridwan Kamil menerima pinangan Partai NasDem makin memperjelas bahwa Partai Gerindra menutup dukungan untuk Ridwan dalam pilgub Jawa Barat.
    Ia menegaskan Partai Gerindra tidak akan berkoalisi dengan Partai NasDem karena perbedaan misi.

    Baca: Pilgub 2018 Ridwan Kamil Siap Gandeng Bupati Tasikmalaya, Asal...

    "NasDem mengajukan tiga syarat kepada Emil, seperti tidak bergabung menjadi kader di parpol dan mendukung Jokowi menjadi Presiden RI dalam pilpres 2019. Hal ini yang sangat mengganggu Partai Gerindra," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.