Pilgub Jabar, Hanura Pilih Dedi Mulyadi ketimbang Ridwan Kamil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat. TEMPO/Nanang Sutisna

    Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jawa Barat. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Purwakarta - Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat Fitrun Fitriansyah menyatakan partainya mendukung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi maju pada pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Padahal, pada pembukaan Rapat Kerja Daerah Hanura di Bandung, salah satu nama yang masuk bursa pemilihan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berharap Hanura menyokongnya.

    Fitrun mengatakan, sesuai kalkulasi keterwakilan di parlemen Jawa Barat, bahwa jumlah anggota Fraksi Golkar yang 17 orang dan Hanura 3 orang sudah pas untuk memenuhi syarat pengusungan Dedi sebagai calon gubernur. “Golkar ada 17 kursi, Hanura ada 3 kursi, sudah cukup itu,” ujar Fitrun, Sabtu, 22 April 2017.

    Baca juga: Pilgub Jabar: Setelah NasDem, Ridwan Berharap Dukungan Hanura

    Namun, ia tidak menutup kemungkinan ke depan pasti ada partai politik lain yang juga ikut berkoalisi buat menyokong Dedi Mulyadi menjadi calon gubernur.

    Adapun Dedi, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, mengatakan dia masih belum menentukan sikap pencalonannya pada kontestasi pemilihan Gubernur Jawa Barat yang akan dihelat medio Juni 2018 itu.

    Simak pula: Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil Dekati Hanura, Siapa Didukung?

    Dedi baru akan menyampaikan sikapnya seusai partai yang dipimpinnya itu melangsungkan Rapimda Partai Golkar Jawa Barat medio 26-27 April 2017 di Karawang. "(Keputusannya) nanti setelah rapim," ujar Dedi.

    Dedi Mulyadi pun menyatakan partainya telah membentuk koalisi dengan Partai Hanura dan PKB. "Kalau tambah PKB kita punya 27 kursi. Tapi, kita bangun kerangkanya dulu jangan nama-namanya dulu," katanya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.