Anak-anak Dilibatkan di Arena Pilkada DKI, KPAI Khawatirkan Ini

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Seorang anak melihat kendaraan simpatisan yang akan digunakan dalam pawai deklarasi kampanye damai dan berintegritas cagub dan cawagub DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, 29 Oktober 2016. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bereaksi atas maraknya temuan keterlibatan anak dalam aktivitas berlatar politik di DKI Jakarta, mulai dari kampanye hingga unjuk rasa.

Mereka pun mendorong Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta menjatuhkan sanksi pada partai politik yang terbukti melibatkan anak dalam kegiatan politik.

"Saya secara pribadi dan sebagai komisioner prihatin. Kami menghimbau orang tua, guru, dan masyarakat tak melibatkan anak dalam konflik politik," begitu bunyi pernyataan Komisioner KPAI, Maria Ulfah Anshor, yang dibacakan dalam diskusi Aliansi Masyarakat Sipil untuk Konstitusi (AMSIK) di Cikini, Jakarta, Selasa, 28 Maret 2017.

Baca : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Cegah Anak Teribat Kegiatan Politik

Dia melarang para pegiat politik mengajak anak di bawah umur ke dalam forum politik praktis. "Dalam Pilkada DKI yang tak toleran dan mengkafirkan pasangan calon lain, mempengaruhi perilaku anak."

Aktivitas politik dikhawatirkan bisa menimbulkan kebencian dan sikap intoleran di antara sesama anak, terutama mereka yang agamanya berbeda satu sama lain.

Mewakili KPAI, Ulfah meminta guru dan orang tua membimbing ulang anak-anak yang telah tepapar dampak pilkada. "Dengan (diajari) menghormati nilai toleransi, menjaga kebersamaan dengan yang lain, apapun agama dan pilihan politiknya."

Psikolog dari Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia (UI), Irwanto, yang hadir dalam diskusi yang sama tampak pedas mengomentari keterlibatan anak-anak dalam rangkaian unjuk rasa di DKI. Rencana aksi 31 Maret 2017, atau 313 pun dikhawatirkan kembali melibatkan anak kecil.

Lihat juga : DPR Pastikan Seleksi Calon Komisioner KPU-Bawaslu Awal April

Unjuk rasa itu, kata Irwanto, bisa saja dijadikan ajang bermain bagi anak-anak, tanpa konteks politik. "Semoga tak terlalu berefek, tapi kalau kemudian dia menyaksikan kekerasan, dia pasti terlibat secara emosional. Apalagi kalau kakaknya, atau bapaknya terluka," kata dia.

Dia menyarakankan peserta 313 tak membawa anak saat turun jalan. "Lebih baik tak usah libatkan. Anak-anak punya waktu panjang ke depan, jangan korbankan itu untuk hal sepele seperti pilkada."

YOHANES PASKALIS






Pesan Anies Baswedan untuk Kedua Putra Haji Lulung

31 Januari 2022

Pesan Anies Baswedan untuk Kedua Putra Haji Lulung

Anies Baswedan bercerita tentang dukungan yang diberikan Haji Lulung kepadanya dalam Pilkada DKI 2017.


MUI DKI Bikin Cyber Army, Taufik Gerindra: Buzzer Terus Serang Anies Baswedan

20 November 2021

MUI DKI Bikin Cyber Army, Taufik Gerindra: Buzzer Terus Serang Anies Baswedan

Taufik menyampaikan penyerang ini selalu mengatakan bahwa Anies Baswedan memenangkan Pilkada, karena politik identitas.


Kak Seto Inginkan Satgas Perlindungan Anak Sampai Tingkat RT

28 Agustus 2021

Kak Seto Inginkan Satgas Perlindungan Anak Sampai Tingkat RT

Melihat tingkat kekerasan terhadap anak terus meningkat, Kak Seto menginginkan Indonesia memiliki Satgas Perlindungan Anak hingga tingkat RT.


Baca Pleidoi Rizieq Shihab Singgung Aksi 212, Ahok, dan Pilkada DKI

20 Mei 2021

Baca Pleidoi Rizieq Shihab Singgung Aksi 212, Ahok, dan Pilkada DKI

Rizieq Shihab mengklaim perkara yang menjeratnya bukanlah kasus hukum melainkan politik. Ia kemudian berkisah tentang Pilkada DKI.


Maraknya Kasus UU ITE Disebut Imbas Polarisasi Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017

20 Februari 2021

Maraknya Kasus UU ITE Disebut Imbas Polarisasi Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017

Menurut Henry, pemerintah disalahkan atas konflik antarmasyarakat itu. Padahal menurutnya, konflik dengan UU ITE paling banyak antarmasyarakat.


Anies Baca How Democracies Die, Politikus Nasdem Jadi Ingat Kejadian Pilkada DKI

23 November 2020

Anies Baca How Democracies Die, Politikus Nasdem Jadi Ingat Kejadian Pilkada DKI

Politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengingat kembali bagaimana kursi Gubernur DKI Jakarta dimenangkan Anies Baswedan setelah menyimak buku berjudul How Democracies Die.


Aduannya soal Anjay Dijawab Komnas Anak, Lutfi Agizal: Alhamdulillah

29 Agustus 2020

Aduannya soal Anjay Dijawab Komnas Anak, Lutfi Agizal: Alhamdulillah

Laporan Lutfi Agizal soal kata anjay akhirnya dijawab Komnas Perlindungan Anak pada Sabtu, 29 Agustus 2020, lewat rilis resmi mereka.


Disebut Intoleran, Anies Baswedan: Tunjukkan Kebijakan Mana yang Diskriminatif

11 Agustus 2020

Disebut Intoleran, Anies Baswedan: Tunjukkan Kebijakan Mana yang Diskriminatif

Anies Baswedan mempertanyakan kepada para pihak yang menuduhnya sebagai pemimpin intoleran.


Kekagetan Sandiaga Uno Soal Ibunya Saat Kampanye Pilkada DKI 2017

11 Agustus 2020

Kekagetan Sandiaga Uno Soal Ibunya Saat Kampanye Pilkada DKI 2017

Sandiaga Uno mengaku kaget membaca salah satu bagian di buku Memoar Pilkada DKI 2017.


Cerita Sandiaga Soal Manajemen Kampanye Saat Pilkada DKI 2017

10 Agustus 2020

Cerita Sandiaga Soal Manajemen Kampanye Saat Pilkada DKI 2017

Sandiaga Uno mengatakan manajemen tim pemenangannya dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017 menjadi model kampanye di luar negeri.