Menteri Dalam Negeri: Lawan Calon Tunggal, Kotak Kosong Bisa Menang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di kantornya di Jakarta, Senin 3 Oktober 2016. TEMPO/Arkhewis

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di kantornya di Jakarta, Senin 3 Oktober 2016. TEMPO/Arkhewis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku sudah melapor ke Presiden Joko Widodo perihal pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 2017. Ia mengaku mengatakan kepada Presiden Jokowi bahwa pilkada yang berlangsung 15 Februari 2017 berjalan aman.

    "Pilkada ini berjalan aman, dijaga TNI, polisi, Badan Intelijen Negara. Bagus semua," ucap Tjahjo saat dicegat di Istana Kepresidenan, Kamis, 16 Februari 2017.

    Tjahjo melaporkan hal-hal menarik selama pilkada, seperti kemenangan "kotak kosong" dalam pilkada kemarin. Padahal, ujar dia, kemenangan kotak kosong itu di daerah yang padat penduduk dan lawannya didukung banyak partai.

    Baca juga:
    Demi Pilkada, Kupang Baru Rayakan Valentine Day Hari Ini
    Bahas Status Gubernur Basuki, Menteri Dalam Negeri Temui Ombudsman

    Yang dimaksud dengan situasi kotak kosong adalah ketika seorang calon menjadi satu-satunya calon di daerah tersebut. Karena tidak ada lawan, ditaruhlah kotak kosong di kertas suara. Lucunya, justru lebih banyak yang memilih kotak kosong tersebut. Contoh daerah dengan calon tunggal adalah Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Buton. "Menurut saya, itu menarik," ujar Tjahjo.

    Meski pilkada kemarin berjalan aman, di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) terjadi kericuhan. Penyebabnya adalah pemilih tidak terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT), perlakuan Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) yang buruk, dan habisnya kertas suara. Sebagai contoh, pada pilkada DKI Jakarta kemarin, di sejumlah TPS, seperti TPS 033, Kemayoran, dan TPS 97, Kampung Gusti, terjadi kericuhan karena banyak warga tidak mendapatkan kertas suara. Beberapa warga sampai menuding bahwa hal itu adalah upaya mengurangi perolehan suara salah satu calon.

    ISTMAN M.P.




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?