Napi Korupsi Pelesir, Polisi: Salah Prosedur Kawal Anggoro  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam dakwaan, Anggoro Widjojo didakwa menyuap dalam beberapa tahap: uang Rp 210 juta dan Rp 925 juta, Sin$ 220 ribu, Sin$ 92 ribu, US$ 20 ribu, serta dua unit lift berkapasitas 800 kilogram seharga US$ 50,581. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Dalam dakwaan, Anggoro Widjojo didakwa menyuap dalam beberapa tahap: uang Rp 210 juta dan Rp 925 juta, Sin$ 220 ribu, Sin$ 92 ribu, US$ 20 ribu, serta dua unit lift berkapasitas 800 kilogram seharga US$ 50,581. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat masih melakukan pemeriksaan atas kepergian narapidana korupsi, Anggoro Widjojo, dari penjara Sukamiskin, Bandung, tanpa kawalan polisi.

    BACA JUGA: 
    Napi Korupsi Bebas Pelesiran (1), untuk Bertemu Istri Muda 
    Napi Pelesiran (2): Ada Iming-Iming Uang Sogokan

    "Ada dugaan kesalahan prosedur saat pengawalan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus, kepada wartawan, Selasa, 7 Februari 2017.

    Tim investigasi Tempo memergoki Anggoro Widjojo sedang berada di sebuah apartemen pada 29 Desember 2016. Anggoro tiba di apartemen yang berjarak hanya 3,5 kilometer dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin itu sekitar pukul 06.00. Saat itu, dia menumpang ambulans LP berwarna putih bernomor polisi B-1636-SHX.

    Tak ada pengawalan saat Anggoro turun dari ambulans. Dia berjalan seorang diri menuju tower Emarald yang terletak di sebelah barat apartemen Gateway dengan menjinjing koper berukuran sedang.

    Tim Tempo pun menunggu dia hingga ia keluar dari tower di apartemen. Anggoro baru kelihatan lagi pada pukul 18.30. Dia keluar dari tower didampingi seorang wanita. Mereka lalu masuk ke sebuah mobil merek Mitsubishi Grandis yang terparkir di depan pintu masuk tower Emerald.

    Wuuus… mobil yang dikemudikan teman wanita Anggoro itu melaju ke arah LP. Saat pulang pun, Tempo tak melihat ada pengawalan yang melekat pada narapidana kasus korupsi pengadaan sistem komunikasi radio terpadu Kementerian Kehutanan itu.

    Menurut Yusri Yunus, Kepolisian Sektor Arcamanik mendapat perintah untuk mengawal Anggoro Widjojo dari LP Sukamiskin, Bandung. Pada 29 Desember 2017, Sukamiskin meminta polisi mengawal Anggoro untuk berobat ke Rumah Sakit Santosa, Kota Bandung.

    "Tanggal 29 Desember ada permintaan pengawalan dari narapidana kasus korupsi Anggoro untuk minta izin berobat," ujar Yusri Yunus. Saat ini anggota polisi yang mendapat tugas pengawalan itu sedang diperiksa di secara internal di Polrestabes Bandung.

    Selama melakukan investigasi dalam kurun November-Desember 2016, tim Tempo sudah empat kali memergoki Anggoro berada di apartemen. Polanya hampir sama. Setiap pagi dia diantar ambulans lalu berjalan seorang diri ke tower Emerald Apartemen Gateway. Lalu kembali ke LP menggunakan mobil sekitar pukul 18.00. Saat turun dari apartemen, dia selalu ditemani seorang wanita.

    BACA JUGA:
    Napi Pelesiran (3): Diantar Pajero Hitam
    Napi Pelesiran (4): Ini Alasan Mereka

    Menurut seorang petugas parkir Apartemen Gateway, ambulans LP hampir tiap hari masuk ke apartemen itu. "Biasanya Senin sampai Kamis. Jam 06.00 pagi sudah masuk," ujar petugas yang enggan disebutkan namanya karena alasan pekerjaan dan keamanan.

    IQBAL T. | PRIMA MULIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.