Antasari Azhar Diminta Ikut Pilkada Gubernur Sumatera Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua KPK Antasari Azhar bersama istrinya setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang, 10 November 2016. Antasari Azhar divonis 18 tahun penjara pada 2009 atas kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. TEMPO/Iqbal Ichsan

    Mantan Ketua KPK Antasari Azhar bersama istrinya setelah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang, 10 November 2016. Antasari Azhar divonis 18 tahun penjara pada 2009 atas kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain. TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.COPalembang - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar baru saja mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo sehingga ia kembali memiliki hak politik. Pengacara Antasari, Boyamin Saiman, mengatakan kliennya itu diminta berbagai pihak untuk terjun ke politik dengan mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Selatan dalam pemilihan kepala daerah tahun depan atau ikut dalam pemilihan legislatif. 

    "Pak Antasari sudah diminta untuk berkiprah di Sumsel," katanya, Jumat, 27 Januari 2017. Menurut dia, sebelum mendapat grasi, bekas terpidana kasus pembunuhan tersebut telah diminta oleh Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk maju dalam pemilihan Gubernur Sumatera Selatan. Tawaran juga datang dari petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Hanura.

    Baca juga: 
    Polri Telusuri Kembali Laporan Antasari Azhar

    "Kalau PDIP persiapkan karpet merah istilahnya," ujar Boy, yang juga Ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia. Menanggapi hal itu, Antasari, menurut Boy, belum memutuskan apa pun. Namun ia memastikan akan mengikuti jika dikehendaki oleh masyarakat Sumatera Selatan dalam membersihkan daerah itu dari korupsi. "Prinsip beliau terpanggil untuk berbuat demi kemajuan daerahnya."

    Adapun Marzuki Ali, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Unsri, mengaku baru mendengar kabar tersebut. Dengan demikian, ia belum dapat berkomentar banyak karena menyangkut nama organisasi. Namun, menurut dia, bisa jadi dukungan tersebut berasal dari pribadi-pribadi tamatan Unsri. "Mungkin pribadi-pribadi," tuturnya.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Simak:
    Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Hamdan Zoelva: Sangat Kaget
    Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Apa Kata Mereka? (01)
    Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Apa Kata Mereka? (02)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.